Beranda Hukum Kriminal Kasus Raibnya Bidan SPS Masih Berlanjut

Kasus Raibnya Bidan SPS Masih Berlanjut

116
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM–Meskipun sudah ada titik terang keberadaan bidan salah satu rumah sakit di Bandarjaya, tampaknya perseteruan antara kedua keluarga ini masih berlanjut.

Hal ini diungkap oleh Gindha Ansori Wayka selaku Direktur Kantor Hukum (Law Firm) Gindha Ansori Wayka -Thamaroni Usman (GAW-TU), Rabu (18/11/2020), saat mendampingi korban melaporkan keluarga bidan yang sempat dibawa lari oleh DH beberapa waktu lalu.

“Kami mendampingi korban, ibundanya DH melaporkan terlapor K berdasarkan Laporan Polisi Nomor: STTPL/B-1808/XI/2020/LPG/SPKT tanggal 18 November 2020. Laporan ini terkait kejadian pada tanggal 3 November 2020 dimana K telah mengancam Korban dengan badik saat mencari bidan SPS yang masih status ponakan K,” ujar pengacara muda terkenal ini.

Menurut Gindha, terlapor K ini datang ke rumah korban menyusul dua orang yakni Darwis dan Ishak yang terlebih dahulu datang dan diutus paman bidan SPS yang berinisial HJ untuk menemui korban.

“Korban ditemui utusan HJ yang bernama Darwis dan Ishak untuk menanyakan apa benar SPS dilarikan DH, karena korban juga belum mengetahui dan akan mencari informasi terlebih dahulu karena handphone DH tidak aktif. Saat itulah datang K marah-marah dengan membawa dan mencabut sebilah badik,” katanya.

Menurut korban, sebagaimana yang disampaikan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Kepolisian Daerah Lampung, K ini datang sambil marah-marah dan bertanya mana orang laki yang ada di rumah korban, sambil mencabut badik yang dia bawa dari rumahnya.

“K datang sambil berteriak marah-marah dan menanyakan mana lak-lakii di rumah ini sambil dia mencabut badik yang dibawanya dan Korban dibuat takut olehnya dan ada 2 cucu korban juga ketakutan dan bahkan anak korban yang sedang duduk dikursi roda karena sakit menangis karena ketakutan mendengar teriakan dan menyaksikan tingkah pelaku,” kata Ginda.

Oleh karena pada saat itu masih ada dua orang utusan paman SPS di rumah Korban, maka Terlapor K ini diingatkan oleh kedua utusan tersebut.

“Salah satu utusan paman SPS yakni Darwis menasihati K mengapa melakukan hal tersebut. Setelah itu K pulang meninggalkan rumah korban,” kata mantan Ketua HIMA Pidana FH Unila ini.

Setelah kejadian itu, korban merasa tertekan dan ketakutan serta mengalami trauma setiap harinya.

“Karena tidak tahan dan merasa ketakutan serta trauma, akhirnya korban melaporkan K ke Polda Lampung dengan pasal 335 KUHP perbuatan tidak menyenangkan disertai pengancaman,” pungkas Gindha.

Sebelumnya Polres Lampung Tengah menetapkan DH (48) warga Desa Mulang Maya, Lampung Utara, sebagai tersangka atas kasus ‘raibnya’ bidan SPS (23) pada Sabtu lalu (14/11/2020).

Kapolres Lampung Tengah AKBP Popon Ardianto Sunggoro mengungkapkan, setelah dilakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap korban, dapat dipastikan peristiwa ini adalah murni dilakukan dengan paksaan. Pihaknya pun menetapkan status DH sebagai tersangka, berikut 3 orang rekannya yang kini berstatus DPO.

Menurut Kapolres Lamteng, saat kejadian, SPS dipaksa tersangka untuk masuk ke dalam mobil. Lalu ponsel korban diambil tersangka. Saat ini bidan SPS  sudah kembali ke rumahnya bersama dengan keluarga yang menjemputnya.

“Untuk korban kami kembalikan, karena keterangan korban memang dia dipaksa saat masuk mobil ponselnya di ambil pelaku,”kata AKBP Popon.