Beranda Hukum Kasus Salah Tangkap, Polres dan Kejari Lampura Harus Bayar Ganti Rugi Rp222...

Kasus Salah Tangkap, Polres dan Kejari Lampura Harus Bayar Ganti Rugi Rp222 Juta

390
BERBAGI
Suasana sidang pra peradilan korbam salah tangkap
Suasana sidang pra peradilan korbam salah tangkap

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Pengadilan Negeri (PN) Kotabumi, Lampung Utara akhirnya memutuskan pihak polres dan Kejaksaan Negeri untuk membayar ganti rugi sebesar Rp222 juta. Besaran ganti rugi ini lebih rendah Rp100 juta dari tuntutan yang diajukan Oman Abdurohman (51),, korban salah tangkap.

BACA: Korban Salah Tangkap Gugat Polres dan Kejari Lampura Rp322 Juta

Sebelumnya, Oman korban salah tangkap akhirnya menggugat kerugian materil dan non materil sebesar Rp322 juta kepada pihak kepolisian dan kejaksaan Lampung Utara.

Gugatan yang dilakukan oleh warga Kampung Sangereng, Dusun Telaga, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten diajukannya di Pengadilan Negeri Kotabumi.

Gugatan ini diajukan oleh yang bersangkutan lantaran mulai dari PN Kotabumi hingga Mahkamah Agung menyatakan Oman tidak bersalah dan dibebaskan dari tuntutan yang disangkakan padanya.

Oman ditangkap karena diduga terlibat dalam kasus perampokan di rumah Budi Yuswo Santoso alias Haji Nanang di Dusun V Dorowati, Desa Penagan Ratu, Abung Timur, Lampung Utara, pada 22 Agustus 2017.

Pengurus masjid yang sempat mengalami luka tembak di kakinya itu terpaksa harus menghabiskan 10 bulan waktunya di dalam bui sebelum dinyatakan bebas dan tidak bersalah.

BACA: Polres dan Kejari Lampura Anggap Gugatan Korban Salah Tangkap Mengada-ada

Keputusan ganti rugi ini diputuskan dalam sidang lanjutan yang dipimpin oleh hakim tunggal Iman Munandar. Dalam amar putusannya, Imam Munandar menyatakan agar Termohon I (Polres Lampung Utara) dan Temohon II (Kejari Lampung Utara) membayar uang sebesar kerugian Nyata/Material dan Immaterial atas diri Pemohon (Oman) sebesar Rp 222 juta.

Jika dibandingkan dengan tuntutan ganti rugi yang diajukan oleh Oman yang mencapai Rp322 juta, jumlah ini jauh lebih ringan. Keputusan ini merupakan keputusan akhir dan tidak ada lagi upaya hukum setelah ini.

“Uang kerugian dibayar oleh termohon kepada pemohon secara tunai. Putusan ini bersifat final dan tidak ada upaya hukum lagi,” jelas Imam.

Keputusan PN Kotabumi yang mengabulkan sebagian tuntutan Oman disambut baik oleh kuasa hukum yang bersangkutan, M. Idranfran. Menurutnya, keputusan ini mencerminkan profesionalitas pimpinan sidang dalam bekerja.‎

“Ini membuktikan kepada masyarakat bahwa jika tidak ada keadilan dalam proses penegakan hukum, ada jalan keluarnya, yakni melalui proses pra peradilan,” papar dia.

Teraslampung.com berusaha meminta tanggapani dari Kapolres  Lampura dan Kepala Kejari Lampung Utara. Namun, hingga Senin sore (17/6/2019) pukul 16.15 WIB, keduanya belum memberikan tanggapan.

*Catatan: Kami melakukan revisi judul pada Senin, 17 Juni 2019, pukul 20.23 WIB, agar sesuai isi berita. Di dalam lead beriita tertulis bahwa ganti rugi yang harus dibayarkan oleh Polres Lampung Utara dan Kejari Lampung Utara adalah Rp222 juta. Dengan begitu, judul yang benar adalah “Kasus Salah Tangkap, Polres dan Kejari Lampura Harus Bayar Ganti Rugi Rp222 Juta”, bukan “Kasus Salah Tangkap, Polres dan Kejari Lampura Harus Bayar Ganti Rugi Rp100 Juta”.

Redaksi

Loading...