Beranda Hukum Kriminal Kata-Kata Kotor di Medsos Berujung Maut, Pembunuh Hendra Setiawan Divonis 17 Tahun...

Kata-Kata Kotor di Medsos Berujung Maut, Pembunuh Hendra Setiawan Divonis 17 Tahun Penjara

811
BERBAGI
Terdakwa Rama dalam sidang pembacaaan vonis hakim di PN Tanjungkarang, Selasa (7/11/2017).

TERASLAMPUNG.COM — Majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa (7/11/2017) memvonis hukuman 17 tahun penjara kepada Rama Dian Bhara (23), terdakwa pembunuhan terhadap Hendra Kurniawan, buruh peti kemas, di depan Terminal Peti Kemas Pelabuhan Panjang, pada Senin (20/3/2017) lalu.

“Menjatuhkan pidana penjara selama 17 tahun dan dikurangi selama terdakwa menjalani masa tahanan,” kata Ketua Majelis Hakim, Novian Saputra, saat membacakan vonis, Selasa, (7/11/2017).

BACA: Pembunuhan Hendra Berawal dari Kata-Kata Kotor di Facebook

Menurut Majelis Hakim,  warga Kampung Nanasan, Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, Bandarlampung itu terbukti bersalah melakukan kejahatan pembunuhan berencana sebagaimana diatur dalam pasal 340 KUHP.

Vonis majelis hakim  lebih rendah dibandingkan tuntutan jaksa yang menuntut Rama Dian Bhara dengan pidana penjara selama 20 tahun penjara

Terdakwa Rama Dian Bhara terlihat terkejut saat majelis hakim membacakan putusan.

Menanggapi putusan yang dijatuhkan, terdakwa dan JPU menyatakan pikir-pikir dengan hukuman yang dijatuhkan.

 

Kasus pembunuhan tersebut terjadi pada Senin (20/3/2017) malam di depan Terminal Peti Kemas Pelabuhan Panjang.

Pembunuhan terhadap Hendra, buruh peti kemas Pelabuhan Panjang, bermula dari cekcok antara Hendra dengan terdakwa Rama.

Saat diperiksa polisi dari Polresta Bandalampung, Rama mengakui perbuatannya telah menghabisi nyawa Hendra  karena tersulut emosi dan tidak terima dengan perkataan Hendra di media sosial facebook.

Menurutnya, Hendra mengirimkan pesan di Facebook yang isinya penuh dengan ejekan dan kata-kata kasar terhadap pacarnya.

“Di akun Facebook, Hendra  mengejek pacar saya dengan kata-kata kotor atau tidak pantas untuk dikatakan. Karena itulah, saya tidak terima dengan Hendra,”kata Rama, di Polresta Bandalampung, Jumat (24/3/2017).

Selanjutnya, kata Rama, ia mencoba mengirimkan pesan kepada Hendra, agar Hendra tidak menghina atau melecehkan pacarnya dengan kata-kata kotor dan senonoh. Pada saat itu, Hendra mebalas pesannya dan isinya justru menantang dirinya dan mengajak janjian bertemu untuk berduel.

Isi pesannya Hendra itu adalah, “Sini lo jangan kayak banci”

“Hendra minta saya untuk menemui dia (Hendra) di tempatnya bekerja, lalu saya temui dan malam itu kami cek-cok mulut. Hendra menantang, saya kesal lalu saya pukul kepalanya pakai pipa besi,”ungkapnya.

Ternyata Hendra mengeluarkan pisau dari balik pinggangnya, dan langsung menyerang dirinya. Hingga akhirnya, paha kirinya tertancap dengan pisau yang ditusukkan oleh Hendra.

Loading...