Kata Luhut, Joe Biden Puji Jokowi Sebagai Pemimpin Berpengaruh

  • Bagikan
Pertemuan Presiden Jokowi dan Presiden AS Joe Biden di Glasgow, Skotlandia, Selasa (2/11/2021).

TERASLAMPUNG.COM — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan, Presiden Amerika Serikat Joe Biden menilai Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebagai pemimpin yang berpengaruh. Hal itu menurut Luhut disampaikan Biden di sela-sela agenda  COP26 di Glasgow, Skotlandia, Selasa, 2 November 2021.

Sebelumnya, Presiden Jokowi dan Biden bersama 18 kepala negara lainnya juga bertemu di forum G20 di Roma Italia.

“(Presiden) Joe Biden sangat memuji peran presiden Jokowi sebagai pemimpin yang sangat berpengaruh dalam pergaulan internasional,” kata Luhut melalui pesan singkat, Selasa, 2 November 2021.

Luhut bercerita Biden merupakan sosok yang rendah hati. Pembicaraan antara Biden dan Jokowi yang dijadwalkan hanya 30 menit, mulur hingga lebih dari satu jam.

“Saya tidak duga begitu terbukanya Biden ke Pak Jokowi,” kata Luhut.

Menurut Luhut, hasil pembicaraan Jokowi dan Joe Biden akan segera ditindaklanjuti. Luhut pun mengaku senang lantaran bisa menjadi bagian dari kesepakatan tersebut.

Selain itu, Jokowi juga telah meminta Luhut untuk segera menindaklanjuti semua hasil kunjungan ini.

“Segera kami bentuk task force untuk menuntaskannya,” kata Luhut.

Dikutip dari kantor berita  Antara, ada empat hal yang dibahas dalam pertemuan bilateral ini. Pertama, Indonesia menghargai kerja sama bidang kesehatan kedua negara selama pandemi Covid-19.

Kedua,  yang dibahas adalah memperkuat kerja sama ekonomi, terutama dalam pengembangan ekonomi hijau. Menurut Jokowi, Indonesia dapat menjadi mitra kerja sama ekonomi Amerika Serikat yang andal.

Ketiga, terkait perubahan iklim. Menurut Jokowi, Indonesia kembali menekankan komitmennya dalam mengurangi emisi karbon.

Keempat, mengenai Presidensi Group of Twenty (G20) Indonesia Presiden Jokowi sangat menghargai dukungan Joe Biden dan Amerika Serikat terhadap Presidensi Indonesia yang mengambil tema “Recover Together, Recover Stronger”. Inklusivitas akan menjadi kunci Presidensi Indonesia tahun depan.

TEMPO

  • Bagikan