Beranda Headline Kawanan Perampok Bersenjata Api Satroni Bos Karet di Desa Sukamaju Lampung Utara

Kawanan Perampok Bersenjata Api Satroni Bos Karet di Desa Sukamaju Lampung Utara

6243
BERBAGI
Petugas kepolisian melakukan olah TKP di kediaman Suwandi, korban di Desa Suka Maju, Abung Semuli, Senin (15/5/2017).

Feaby|Teraslampung.com‎

Kotabumi–Kawanan perampok bersenjata api dan golok menyatroni kediaman Suwandi (60), bos karet di Desa Sukamaju, Abung Semuli, Lampung Utara, Senin (15/5) sekitar pukul 01.30 WIB. Para p‎erampok menggondol uang sebesar Rp300 juta dan perhiasan emas seberat 100 gram dari rumah korban.

“Benar telah terjadi perampokan di RT II/RW III, Desa Suka Maju. Korbannya bernama Suwandi bin Idris,” kata Kapolsek Abung Semuli, AKP Tri Handoko kepada wartawan, Senin (15/5/2017).

Menurut AKP Tri Handoko, sksi perampokan tersebut berawal saat Suwandi yang terbangun hendak mengambil wudhu untuk menunaikan shalat tahajud mendengar suara langkah kaki di samping rumahnya.

Curiga dengan suara langkah kaki itu, korban membuka pintu depan rumahnya. Salah seorang pelaku yang memang telah menunggunya di depan pintu langsung menodongkan senjata api ke arah korban.

“Keempat pelaku masuk ke dalam rumah dan mengikat tangan Suwandi beserta keluarganya dengan tali plastik. Mereka dikumpulkan di ruang tengah rumah,” terangnya.

Menurut Kapolsek, salah seorang pelaku sempat menembakan senjata apinya ke arah pintu kamar anak korban. Tembakan ini sontak membuat ciut nyali anak korban sehingga tak berani ke luar kamar. Setelah mengikat para korban dan memastikan kondisi aman, para pelaku langsung menguras seluruh harta berharga korban.

“Para perampok mengambil uang sebesar Rp300 juta, emas 100 gram dan 5 unit HP dari kediaman korban,” kata dia.

Para perampok diperkirakan dilakukan oleh sepuluh pelaku. Para pelaku berbagi tugas, ada yang di dalam rumah dan ada yang di luar rumah untuk mengawasi kondisi sekitar rumah. Aksi perampokan sendiri berlangsung hanya dalam waktu 15 menit.

“Tetangga yang tahu kejadian ini tak berani membantu karena ketakutan,” tuturnya.

Loading...