Beranda Hukum Kriminal Kawanan Perampok Satroni Rumah Mewah di Villa Citra 2

Kawanan Perampok Satroni Rumah Mewah di Villa Citra 2

1395
BERBAGI

M. Zaenal/Teraslampung.com

Rumah Andi Wijaya, di Villa Citrra 2 Bandarlampung. (teaslampung.com/zaenal)

Bandarlampung—Komplotan perampok berjumlah enam orang bersenjata golok menyatroni rumah bos ekspedisi Andi Wijaya alias Aliyong (50),  di Blok T 1 No. 22 Perumahan Villa Citra 2, Kelurahan Jagabaya 2, Kecamatan Sukarame, Bandarlampung, Senin dinihari (14/4) sekitar pukul 03.00 WIB.

Kawanan perampok tersebut menyekap Aliyong beserta keluarga dan kedua pembantunya. Seluruh penghuni rumah juga diikat tangannya, sementara wajahnya diplaster dengan lakban sehingga Aliyong  dan keluargaanya tidak bisa berkutik. Perampok juga mengancam mereka dengan golok agar korban Aliyong menunjukkan tempat penyimpanan barang berharga.

Setelah melumpuhkan seluruh penghuni rumah, perampok menggasak barang-barang berharga milik korban. Antara lain 11 telepon genggam, kartu ATM BCA, 2 buah Ipad, satu unit Laptop, dan cincin emas. Kerugian ditaksir sekitar Rp30 juta.

Hendri W.R., wakil kepala keamanan Perumahan Villa Citra 2, mengatakan dirinya menerima laporan adanya kejadian perampokan itu sekitar pukul 03.44 WIB dari petugas keamanan yang saat itu sedang berjaga di pos keamanan.

“Petugas tersebut menerima telephon dari saudara korban yang tinggal berada tidak jauh dari rumah korban yakni di Blok K1 No. 3 bernama Koh Aming. Koh Aming menerima telephon dari anak perempuan korban yang paling kecil, karena salah satu Hp milik anaknya tidak ikut terbawa oleh pelaku. Begitu mendapat laporan itu kami bersama petugas keamanan lainnya menuju kelokasi kejadian,” tutur Hendri, Senin (14/4).

Hendri mengaku,saat mendatangi rumah korban dia menemukan beberapa barang bukti yang ditinggalkan pelaku. Antara lain sebuah tali tambang, kayu, lakban, satu buah pisau cutter, dan sepasang sandal jepit yang diduga juga milik salah seorang pelaku.

“Barang bukti milik pelaku tersebut, sudah saya serahkan ke polisi. Para pelaku ini masuk dengan memanjat tembok pagar belakang rumah dengan menggunakan tali tambang dan papan,” ujarnya.

Menurut Hendri, pelaku sempat menguras isi ATM BCA karena sebelum kabur sempat minta nomor PIN-nya kepada tuan rumah. “Pelaku berhasil mengambil uang yang ada di ATM tersebut sebesar Rp 10 juta, diketahui pelaku mengambil uang yang ada di kartu ATM tersebut disamping rumah makan Bareh Solo yang berada di Jalan Soakarno Hatta Bandarlampung,” kata Hendri.

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung Komisaris Polisi Dery Agung Wijaya membenarkan adanya kejadian perampokan yang terjadi di rumah milik Andi Wijaya alas Aliyong. Menurut Dery, petugas Polresta Bandarlampung telah melakukan olah kejadian perkara.

Hasil pemeriksaan sementara, pelaku yang berjumlah sedikitnya empat orang masuk rumah milik korban melalui tembok belakang dengan cara memanjat dengan menggunakan tambang. Mereka kemudian menyekap seluruh anggota keluarga yang berjumlah tujuh orang.

Kasus tersebut kini masih dalam penyelidikan untuk dapat menangkap para pelaku. “Tidak ada korban atau anggota keluarga yang terluka. Hanya ibu korban saja yang mengalami luka memar di tangan, karena pelaku mengambil paksa cincin emas yang dipakai oleh ibu pelaku,” kata Dery.

Loading...