Beranda Pendidikan Kampus KBM IIB Darmajaya Gugat Kampus karena tidak Beri Keringanan BPP dan SKS

KBM IIB Darmajaya Gugat Kampus karena tidak Beri Keringanan BPP dan SKS

96
BERBAGI
Isi protes KBM yang dituangkan di atas kain spanduk.

TERASLAMPUNG.COM — Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya melakukan aksi protes untuk menggugat keputusan kampus yang tidak memberikan keringanan Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) dan Sistem Kredit Semester (SKS).

Aksi tersebut dilakukan dengan memasang spanduk berisi kalimat untuk memprotes kebijakan kampus yang memberatkan mahasiswa.

“Darmajaya menggugat itu sebuah ungkapan protes sebagian mahasiswa. Kami  melakukan aksi pemasangan poster dan pamflet. Isinya tuntutan terhadap pihak kampus,” jelas KBM Darmajaya dalam rilis yang diterima Teraslampung.com melalui pesan Whatsapp (17/2).

KBM IIB Darmajaya menilai pihak kampus Darmajaya tidak memiliki rasa empati ditengah pandemi Covid-19 tidak mau membuat kebijakan pemotongan biaya BPP dan SKS.

“Dampak pandemi Covid-19 ini luar biasa, ada orang tua mahasiswa yang usahanya gulung tikar ada yang kena PHK. Nah, kondisi yang parah ini kami (mahasiswa) meminta kebijakan dari kampus untuk menurunkan biaya BPP dan SKS sebesar 50 persen itu saja,” katanya dengan permintaan namanya tidak dicantumkan.

Tuntutan mereka sudah disalurkan atau disampaikan ke kampus namun jawaban pihak kampus cukup mengecewakan para mahasiswa yang tergabung dalam KBM Darmajaya.

“Kami sudah minta ke kampus tapi kampus memberikan jawaban yang mengecewakan, makanya upaya kami selanjutnya membuat petisi di change.org yang sudah ditandatangani 266 orang,” ujarnya. “Upaya lainnya kami akan minta bantuan media-media yang ada di Bandarlampung juga kampanye di media sosial.”

Kampus IIB Darmajaya di Jl ZA Pagar Alam Bandarlampung. Foto: Teraslampung.com/Dandy Ibrahim

Sementara itu, pihak kampus Darmajaya yang diwakili Senior Staf Humas Darmajaya Lukman Hakim didampingi Senior Staf Ekstra Kurikuler Biro Kemahasiswaan, Doni, menjelaskan bahwa keberatan mahasiswa dari KBM tersebut tidak pernah disampaikan ke kampus.

“Siapa mereka, jurusan apa, keberatannya apa, kami tidak tahu. Yang saya tahu setiap tahun dan dipublikasikan setiap tahunnya kami selalu membuka kepada mahasiswa untuk mendapatkan beasiswa yang mereka inginkan,” jelas Lukman Hakim di kampus Darmajaya, Kamis 18 Februari 2021.

Saat ditanyakan KBM Darmajaya pernah melakukan aksi protes dengan cara menempelkan tuntutan melalui pamflet dan kemudian dicabut oleh pihak kampus karena dianggap ilegal.

“Ya ilegal karena mereka menempel bukan di kampus. Kampus punya mekanisme. Ketika mahasiswa ingin menyampaikan aspirasinya, ada BEM sebagai badan koordinasi. Kemudian ada majelis permusyawaratan mahasiswa,” kata Doni

Supaya persoalan ini tidak berlalut-larut Lukman Hakim menyarankan kepada KBM Darmajaya untuk membuat surat ditujukan ke Rektor tentang permintaan pengurangan biaya BPP dan SKS.

“Pak Rektor itu orangnya tidak susah kok, datang saja bawa surat keberatan untuk membayar BPP ke kemahasiswaan. Kemudian kemahasiswaan akan memfasilitasi ke pak rektor saya yakin selesai,” saran Lukman yang pernah lama berkecimpung di dunia pers itu.

Dandy Ibrahim