Beranda News Bandarlampung Kebakaran di Bandarlampung, Bayi Berusia Tiga Hari Ini Selamat dari Kobaran Api

Kebakaran di Bandarlampung, Bayi Berusia Tiga Hari Ini Selamat dari Kobaran Api

3196
BERBAGI
Lastri menggendong bayi perempuan yang baru tiga hari lalu selamat dari kobaran api yang meluluhlantakkan rumahnya semalam (28/10/2015) sekitar pukul 23.30 WIB.
Lastri menggendong bayi perempuan yang baru tiga hari lalu selamat dari kobaran api yang meluluhlantakkan rumahnya semalam (28/10/2015) sekitar pukul 23.30 WIB.

Zainal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG – Kebakaran yang meluluhlantakkan lima rumah di Kelurahan Sukamenanti Baru, Kedaton, Bandarlampung, Rabu malam sekitar pukul 23.30 WIB (28/10/2015) menyisakan kisah haru. Satu keluarga dan seorang bayinya yang masih berusia tiga hari selamat dari amukan api justru karena si bayi tengah malam tadi menangis terus. Padahal, biasaya bayi laki-laki itu selalu tertidur pulas. Kedua orang tuanya pun biasanya sudah tidur pada pukul 22.00 WIB.

Bayi mungil perempuan yang baru saja dilahirkan tiga hari lalu, anak dari pasangan Dadang dan Lastri selamat dari kobaran api yang telah menghanguskan rumahnya di Jalan Harimau 4, Kelurahan Sukamenanti Baru, Kedaton Bandarlampung, Rabu (28/10) sekitar pukul 23.30 WIB.

Dalam peristiwa tersebut, api juga meluluhlantahkan empat rumah semi permanen yang berdinding papan dan balai bambu (geribik) milik warga lainnya, yakni milik Sidi, Tumirin alias Mirin, Salma atau Buyung dan Sugiarto alias Sugi. Diduga, kebakaran tersebut dipicu akibat arus pendek atau korsleting listrik karena padamnya lampu PLN.

Baca: Si Jago Merah Lalap Lima Rumah Warga Sukamenanti Baru

Lastri (30) ibu dari bayi perempuan mungil yang selamat dari kobaran api yang melalap habis seluruh isi rumahnya mengatakan, sebelum terjadinya kebakaran awalnya memang listrik mati dan anaknya yang baru tiga hari lalu dilahirkan rewel dan selalu menangis terus. Laluanaknya mau behenti menangis kalau sudah digendong. Sementara suaminya, sedang rebahan di dalam kamar.

“Karena rewel, jadi beby ini saya gendong dan waktu itu saya berada di ruangan depan. Begitu lampu PLN hidup, saat itu juga saya mendengar ada suara seperti suara ledakan. Lalu ada ribut-ribut dan teriak-teriak dari rumah Pak Sidi. Ya rumah yang kami tempati ini kan gandeng sama punya pak Sidi,
makanya saya dengar suara itu,”kata Lastri saat ditemui teraslampung.com di TPA Masjid Al-Abror tempat penampungan sementara, Kamis (29/10).

Karena penasaran, lanjut Lastri, ia sambil menggendong bayinya, memanggil suaminya Dadang untuk melihat suara keributan apa yang terjadi. Belum sempat suaminya keluar dari kamar, hanya hitungan menit saja ia melihat kok ada api yang tiba-tiba sudah membakar rumah Pak Sidi dan merambat dirumah yang ditempatinya.

“Saya menjerit mas, sambil menggendong bayi saya terus lari keluar rumah soalnya api sudah mulai besar. Suami saya juga keluar rumah, menyelamatkan anak saya yang satunya lagi dan sambil mengeluarkan sepeda motor dari di dalam rumah,”ujar Lastri sembari tak henti-hentinya meneteskan air matanya.

Beruntungnya saat kejadian itu, ia sempat lari keluar rumah meski api sudah membakar rumahnya untuk menyelamatkan bayi perempuan yang barutiga hari lalu dilahirkannya.

“Ya alhamdulillah,bayi ini, suami, dan  anak saya yang lainnya bisa selamat dari kebakaran itu. Ya mungkin itu petunjuk dari si bayi dan ini juga kekuasann dari Allah mas, kok malam itu bayi ini
rewel aja sehingga saya dan suami nggak tidur malam itu. Kalau malam itu nggak rewel dan kami semua tertidur, mungkin kami semua yang ada di dalam rumah ikut habis terbakar tidak hanya seluruh harta benda saya saja yang ludes terbakar,”ujarnya.

Dia menambahkan, harta yang bisa diselamatkan hanya sepeda motor saja, sementara barang berharga lainnya semuanya habis terbakar nggak ada yang tersisa. Kami berharap, adanya bantuan dan uluran tangan dari pemerintah. Karena kami semua sudah tidak memiliki tempat tinggal,
apalagi semua harta benda juga habis semua ikut terbakar.

“Jadi kami semua keluar, ya hanya cuma badan sama pakaian yang dikenakan ini saja mas, uang dan surat-surat penting, pakaian, , popok, dan perlengkapan bayi lainnya juga habis semuanya terbakar,”tandasnya.

Loading...