Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Kebakaran di Pasar Bukit Kemuning, Enam Ruko dan Satu Rumah Warga Ludes

Kebakaran di Pasar Bukit Kemuning, Enam Ruko dan Satu Rumah Warga Ludes

954
BERBAGI
Kebakaran di Pasar Bukit Kemuning, Lampung Utara, Selasa malam (28/6/2016).

Feaby | Teraslampung.com

Kotabumi–Sedikitnya enam ruko hangus dan satu rumah warga menjadi korban keganasan si jago merah terbakar dalam kebakaran pasar ‎Bukit Kemuning, Kecamatan Bukit Kemuning, Lampung Utara, Selasa (28/6) sekitar pukul 19:30 WIB.

Api dberhasil dipadamkan dua jam kemudian yakni sekitar pukul 21:30 WIB. Hingga pukul 22:45 WIB, belum dapat dipastikan penyebab kebakaran berikut total kerugian yang diderita akibat kebakaran itu.

“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21:30 WIB. Ada sekitar enam ruko yang hangus terbakar. Selain itu, ada satu rumah warga yang ikut tersambar tapi tidak luluh lantak seperti enam ruko itu,” kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Ansyori Rasyid.

BACA: Pasar Bukit Kemuning Terbakar, Lima Kios Hangus

Ansyori menuturkan, pihaknya belum dapat memastikan jenis ruko yang menjadi korban kebakaran termasuk adanya toko petasan yang menjadi salah satu korban kebakaran. Adapun langkah yang dilakukan pihaknya usai pemadaman ini ialah melakukan inventarisir total kerugian akibat kebakaran hebat tersebut.

“Total kerugian belum dapat dipastikan. Kami masih menginventarisir semuanya untuk dilaporkan sehingga dapat diberikan bantuan oleh Pemkab,” terangnya.

Sementara, berdasarkan informasi yang dikumpulkan, ‎di antara ruko yang terbakar itu, 3 di antaranya toko pakaian dan toko penjual petasan. Sumber api sendiri‎ diperkirakan berasal dari toko petasan yang belakangan diketahui miliki Nurdin (55).

Kebakaran ini pertama kali diketahui oleh pemilik toko petasan itu. Saat itu, Nurdin mendengar ada suara letusan yang mirip suara petasan. Mendengar suara itu berasal dari toko miliknya, Nurdin kemudian mencoba memastikan apa yang terjadi. Tak lama kemudian, kepulan asap tebal terlihat dari dalam toko miliknya. Melihat hal itu, Nurdin langsung berteriak meminta pertolongan warga. Meski warga berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, api baru dapat dipadamkan oleh pihak BPBD dua jam setelahnya