Beranda Ekbis Bisnis Kebakaran Kebun Tebu di Cintamanis, PTPN VII Lakukan Investigasi

Kebakaran Kebun Tebu di Cintamanis, PTPN VII Lakukan Investigasi

18
BERBAGI
Kebun tebu terbakar/ilustrasi (Gatra.com)

TERASLAMPUNG.COM — Sejak beberapa hari terakhir kebakaran terjadi di perkebunan tebu milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII di wilayah Cintamanis, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Terkait hal itu, PTPN VII melakukan investigasi untuk menyelidiki adanya kemungkinan adanya unsur kesengajaan dalam kebakaran tersebut.

“Semua kejadian kebakaran kami catat, kami investigasi, dan kami laporkan ke para pihak, termasuk ke kepolisian. Jika ada unsur kesengajaan baik dari internal maupun eksternal, perusahaan akan melanjutkan proses ke jalur hukum sesuai dengan perundang-undangan,” kata Sekretaris Perusahaan PTPN VII Okta Kurniawan. Jumat (13/9/2019).

Okta mengaku pihaknya belum tahu pasti penyebab terjadinya kebakaran lahan di area perkebunan tebu tersebut.

Menurut Okta, pada 9 September 2019  luas lahan terbakar di rayon 1 sekitar 7,5 hektare. Namun, hingga Jumat, 13 September 2019, arel kebabarannya bertambah hingga 115 hektare dan belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran,” tutur Okta.

Sebelumnya, PTPN VII menyangkal tudingan sejumlah pihak yang menyebut kebakaran di wilayah kebun perusahaan adalah tindakan sengaja yang dilakukan BUMN tersebut.

Sangkalan tersebut menyangkut kebakaran kebun tebu yang terjadi di Unit Cinta Manis, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan, selama beberapa hari terakhir.

Direktur Operasional PT Buma Cima Nusantara (BCN), anak perusahaan PTPN VII yang mengelola industri gula Cinta Manis dan Bungamayang (di Lampung), Dicky Cahyono, mengatakan pihaknya tidak menerapkan kebijakan membakar lahan menjelang panen.

Dicky menjelaskan manajemen telah menetapkan prosedur standar operasi (SOP) zero burning atau tidak ada pembakaran dalam semua proses produksi.

Menurut dia, pihaknya telah mengantisipasi kebakaran lahan sejak beberapa tahun yang lalu. Meskipun saat ini masih ada kejadian kebakaran di beberapa titik pada lahan perkebunan, namun perusahaan berupaya menangani dengan cepat.

“Model atau cara penanganan kebakaran lahan pada kemarau tahun lalu itu kami pertahankan. Pada kemarau tahun ini, walaupun masih ada saja kebakaran, tetapi dapat segera kami kendalikan,” ucapnya.

Dia mengemukakan lahan tebu berpotensi terbakar mana kala musim kemarau tiba, sebab pada saat yang sama, tanaman tebu yang siap tebang, daun tuanya cenderung kering sehingga kebakaran lahan tebu itu sering terjadi.

Dicky menambahkan perusahaan sudah menyiapkan infrastruktur dan sarana untuk menanggulangi kebakaran di pabrik gula Cinta Manis antara lain, empat unit mobil pemadam kebakaran (damkar), 15 unit traktor Damkar, 2 mobil patroli, 12 traktor penyekat, 4 motor road grader isolasi, puluhan menara pantau, dan ratusan unit knapsack sprayer.

Bisnis

Loading...