Beranda News Internasional Kecam Keras, Uskup Agung Ortodoks Yunani Nilai Trump Hina Muslim dan Kristen

Kecam Keras, Uskup Agung Ortodoks Yunani Nilai Trump Hina Muslim dan Kristen

120
BERBAGI
Uskup Agung Kristen Ortodoks Yunanni Yerusalem, Attalah Hanna

TERASLAMPUNG.COM — Uskup Agung Ortodoks Yunani di Palestina,Atallah Hanna,mengecam keras Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Menurut UskIa menganggap pengakuan itu sebagai bentuk “penghinaan” terhadap umat Islam dan umat Kristen di seluruh dunia.

“Kami, orang-orang Palestina, Kristen dan Muslim menolak pengakuan Amerika Serikat yang menyebut Yerusalem sebagai ibu kota Israel,” kata Uskup Agung Ortodoks Yunani Atallah Hanna dalam konferensi pers di kota Bethlehem, Tepi Barat, Sabtu (23/12).

“Pengakuan itu merupakan penghinaan terhadap rakyat kita,” kata Atallah seperti dilansir dari Memo, Minggu (24/12)

Attalah mengatakan keputusan Amerika Serikat adalah “sebuah penghinaan terhadap orang-orang Kristen dan Muslim di seluruh dunia, yang menganggap Yerusalem sebagai inkubator warisan spiritual dan nasional mereka yang paling suci”.

Ia mengingatkan keputusan Amerika Serikat itu “berbahaya” bagi Palestina.

“Amerika Seriakt memberi pendudukan apa yang tidak pantas. Yerusalem adalah kota yang kita anggap sebagai ibukota kita dan sebuah inkubator dari tempat suci kita,” tandasnya.

Pada tanggal 6 Desember 2017 lalu, Presiden Donald Trump secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel meski mendapat tentangan di seluruh dunia. Keputusan tersebut memicu demonstrasi besar-besaran di seluruh belahan dunia.

Pada Kamis (21/12/2017) PBB menyetujui resolusi yang meminta Amerika Serikat untuk menarik pengakuannya atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Dari 193 anggota Majelis Umum PBB, sebanyak 128 anggota mendukung resolusi Yerusalem, sembilan negara menolak, sementara 35 lainnya abstain.

Israel, Honduras, Togo, Amerika Serikat, Palau, Kepulauan Marshall, Mikronesia, Nauru, Guatemala menolak resolusi Yerusalem. Sementara, dua pertiga negara anggota PBB termasuk Jerman, Prancis, Italia, Belanda, Belgia, Portugal, Swiss, Swedia, Norwegia, Spanyol dan Yunani memilih untuk mendukung resolusi tersebut.

Sementara, di antara 35 negara yang abstain adalah Argentina, Australia, Kanada, Kroasia, Republik Ceko, Hungaria, Latvia, Meksiko, Filipina, Rumania dan Rwanda. Ukraina, yang mendukung rancangan resolusi di Dewan Keamanan, berada di antara 21 negara yang tidak menghasilkan suara.

Sementara itu, jejak Uskup Agung Attalah Hana sendiri tergolong unik. Bukan kali ini saja tokoh Kristen Ortodoks Yunani Yerusalem ini bicara keras terkait invasi Amerika Serikat di wilayah Palestina.

Pada Oktober 2009 lalu ia juga bersuara keras dan  mendesak semua gereja di dunia untuk membantu membela Masjid Al-Aqsha dari serangan Israel.

Uskup Agung Atallah Hanna menyerukan kepada seluruh semua umat Islam dan Kristen untuk bersatu dalam rangka mencegah serangan dan penodaan terhadap Masjid Al Aqsha.

Seruan itu disampaikan Attalah Hanna setelah pasukan khusus Israel menyerang Masjid Al-Aqsha di wilayah pendudukan Yerusalem Timur, dengan menembakkan peluru karet dan tabung gas air mata.

“Kami menyerukan semua gereja Kristen di dunia untuk berdiri menentang tindakan Israel terhadap Al Aqsha dan kebijakan diskriminatif terhadap saudara-saudara Muslim kami di Palestina,” tandas Attalah, Oktober 2009 lalu,