Beranda Virus Corona Kefir Terbukti Percepat Penyembuhan Pasien Covid-19, Produsennya Banyak di Bandung dan Lampung

Kefir Terbukti Percepat Penyembuhan Pasien Covid-19, Produsennya Banyak di Bandung dan Lampung

3356
BERBAGI
Kefir atau susu sapi murni yang sudah difermentasi (biang yogurt)
Kefir atau susu sapi murni yang sudah difermentasi (biang yogurt)

TERASLAMPUNG.COM — Kefir kolostrum, yaitu fermentasi susu sapi atau susu kambing murni, terbukti bisa mempercepat penyembuhan pasien virus corona atau Covid-19. Setelah sukses menyembuhkan para pasien Covid-19 di Wisma Atlet Jakarta dan di Bandung, Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) sejak pertengahan Mei 2020 juga sudah memberikan minuman kefir kepada para pasien Covid-19.

Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, mengatakan akan mengembangkan kefir di wilayahnya agar tidak tergantung pasokan dari daerah lain.

“(Kami) akan diproduksi dalam jumlah banyak oleh putra daerah, dan akan didatangkan ahlinya ke Babel. Kita coba terapkan, kalau berhasil, akan kita datangkan ahlinya,” kata Erzaldi, beberapa waktu lalu.

Direktur RSUP Air Anyir, Babel,  Armayani mengataka kefir  sudah digunakan di beberapa daerah seperti di Bandung dan juga Wisma Atlet yang dijadikan rumah sakit darurat.

“Kefir yang kita terima seperti biang, seperti Yakult itu, yang diproduksi putra Bangka,” kata dia.

Menurutya ketika digunakan di Bandung dan Wisma Atlet,  efeknya sangat bagus.

“Penyembuhan lebih cepat, biasanya dikontrol 14 hari bisa memendek ada yang 3 hari.Dan ini akan kita coba, dengan perbandingan 1 botol di campur 1/2 liter susu, diberikan ke pasien, sebelum diberikan wajib di periksa lab, ini diberikan 3 kali sehari, pagi, siang, malam atau bisa juga ketika berbuka dan sahur,” terangnya.

Karena baru tahap ujicoba, jadi kefir ini belum dijual bebas atau tersedia dibanyak tempat, namun ketika berhasil, akan diproduksi secara masif.

“Mudah-mudahan ini bisa membantumu mempercepat penyembuhan pasien,” harapnya.

Kefir grain. (foto Andang Kasriadi)

Kefir sebagai obat nonmedis sebagai alternatif penyembuhan sebenarnya sudah lama dikembangkan di Bandung dan Lampung. Di Bandung, salah satu master kefir yang menjadi rujukan para pembuat kefir adalah Andang Kasriadi.

Beberapa jenis penyakit yang selama ini bisa disembuhka dengan kefir antara lain darah tinggi, stroke, jantung, diabetes, HIV/Aids, dan lain-lain.

Di Jawa Barat, kini Andang Kasriadi bersama para produsen kefir bekerja sama dengan sejumlah rumah sakit untuk memberikan asupan kefir bagi pasien Covid-19 da tenaga medis.

“Tim UIN Sunan Gunung Djati dan Komunitas Kefir Indoesia (KKI) sedang menangani pemberian kefir untuk pasien & tenaga kesehatan  RSUD Kabupaten Sumedang dengan dana dari CSR Telkom.Mendapat dukungan penuh dari Bapak Bupati Sumedang beserta jajarannya, termasuk oleh para dokter dan paramedis di RSUD Sumedang. Mohon doa semua warga KKI agar RSUD Sumedang semua pasiennya sembuh, dan menjadi Kapupaten pertama yag bebas Covid-19,” kata Andang, Sabtu (29/5/2020).

Master kefir di Lampung yang juga berjaringan dengan komunitas peggiat kefir yang dikomandani Andang Kasriadi adalah Laksono Adhie Muladi, warga Kedamaian, Bandarlampung.

Adhie selama ini sudah terbukti menyembuhkan pasien sejumlah penderita penyakit dengan kefir racikannya. Bahkan, konsumen kefir buatan Adhi ada sejumlah dokter di Bandarlampung.

“Di Bandarlampung  yang memproduksi kefir sudah banyak. Saya pernah memberikan pengajaran gratis cara membuat kefir. Salah satu yang kini mengembangkan kefir adalah Pak Syafnijal Datuk Sinaro, seorang wartawan,” kata Adhie, Sabtu (29/5/2020).

Adhie mengaku senang kefir akhirnya dipertimbangkan sebagai alternatif pengobatan pasien Covid-19.

Menurutnya, dengan mengonsumsi kefir bukan saja akan membuat penderita penyakit tertentu bisa sembuh, tetapi imunitas tubuh menjadi lebih baik.

“Karena bisa meningkatkan imunitas tubuh itulah maka wajar kalau para pasien Covid-19 di Wisma Atlet Jakarta banyak yang sembuh,” kata dia.

Loading...