Beranda News Internasional Kegilaan Donald Trump Soal Yerusalem Panen Kecaman

Kegilaan Donald Trump Soal Yerusalem Panen Kecaman

620
BERBAGI
Donald Trump

TERASLAMPUNG.COM — Pernyataan Presiden AS Donald Trump soal Yerusalem sebaai ibukota Israel panen kecaman. Kecaman tidak hanya berasal dari para pemimpin negara yang mayoritas penduduknya muslim, tetapi juga dari para pemimpin Eropa.

Mereka menilai keputusan Presiden Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israe dikhawatir akan menyebabkan konflik baru. Beberapa presiden dan perdana menteri dari seluruh dunia memperingatkan Trump agar tidak memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Perdana Menteri Inggris Theresa May, misalnya, menegaskan Pemerintah Inggris tidak setuju dengan keputusan AS untuk memindahkan kedutaannya ke Yerusalem. Menurut May,negaranya mengakui bahwa Yerusalem sebagai ibukota Israel sebelum kesepakatan status akhir.

BACA: Rezim Anti-Islam Donald Trump Dimulai, Masjid Ludes Dibakar

“Posisi kita pada status Yerusalem sudah jelas dan sudah lama: harus ditentukan dalam penyelesaian yang dinegosiasikan antara Israel dan Palestina, dan Yerusalem pada akhirnya harus menjadi ibukota bersama negara-negara Israel dan Palestina,” kataTheresa,seperti dilansir Sky News.

Hal serupa ditegaskan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Macron mengaku menyesalkan keputusan Trump karena hal itu  melanggar hukum internasional yang selama ini dijunjung tinggi.

“Prancis tidak menyetujuinya, lantaran hal itu menentang hukum internasional serta semua resolusi Dewan Keamanan PBB,” kata Macron.

Sebelumnya Presiden Palestina Mahmoud Abbas juga menolak langkah AS tersebut, pasalnya hal itu merupakan bentuk ketidakadilan AS kepada negara Palestina.

“Yerusalem adalah ibukota abadi negara Palestina,” kata Abbas.

Sementara Kelompok Islam Hamas mengatakan bahwa keputusan tersebut akan membuka gerbang neraka demi memuluskan kepentingan AS di Timur Tengah.

BACA: Mr Donald Trump Menang, Apakah Orang Jahat Sedang Mendominasi Bumi?

“Itu akan “memprovokasi umat Islam” dan menyebabkan “peningkatan perilaku radikal, marah dan kekerasan,” katanya.

Dari Indonesia, protes juga disampaikan berbagai kalangan.

Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin, melakukan protes keras terhadap kebijakan Amerika yang mengakui Yerussalem sebagai ibu kota israel. Kebijakan menurut Mahyudin, itu tak ubahnya seperti tindakan provokatif, yang akan memanaskan suhu politik Timur Tengah.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua MPR, usai membuka Sosialisasi Empat Pilar MPR, bagi masyarakat Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (7/12/2017). Jawaban itu disampaikan saat dimintai komentarnya oleh wartawan terkait pengakuan Presiden Amerika Donald Trump, terhadap Yerusalem sebagai ibu kota israel.

Pengakuan Donald Trump, itu menurut Mahyudin dapat menimbulkan kisruh dan ketidak stabilan timur tengah. Apalagi Timur Tengah sendiri masih diliputi konflik. Karena itu Mahyudin berharap Amerika dapat mempertimbangkan kembali pernyataan yang sudah disampaikan presidennya.

“Bagi Palestina Yerusalem adalah ibu kota abadi. Kalau israel memindahkan ibukotanya dari tel aviv ke Yerusalem, tentu bakal menimbulkan pertikaian yang lebih besar,” tegas Mahyudin.

 

Loading...