Beranda Hukum Kejari Bandarlampung Bakar BB Uang Palsu, Narkoba, dan Kosmetik

Kejari Bandarlampung Bakar BB Uang Palsu, Narkoba, dan Kosmetik

220
BERBAGI

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandarlampung, melakukan pemusnahan sejumlah barang bukti sitaan dari hasil kejahatan yang telah memiliki putusan hukum tetap (inkrah) berupa narkoba, uang palsu, obat-ibatan serta kosmetik ilegal dan laiinya, Kamis 17 Mei 2018.

Pesmunahan barang bukti hasil kejahatan itu, dilakukan di halaman Kantor Kejari Bandarlampung di Jalan W.R Supratman, Kelurahan Talang, Telukbetung Selatan. Dalam pesmusnahan itu, dihadiri oleh Waka Polresta Bandarlampung, AKBP Yudy Chandra Erlianto, Plt Kabid Pemberantasan BNNP Lampung, Richard P.L Tobing, lalu BPPOM dan para tamu undangan lainnya.

Barang bukti yang dimusnahkan, uang palsu (upal) sebesar Rp 90 juta, lalu 125 gram sabu-sabu, 25 kilogram ganja, 10 gram ekstasi, obat-obatan serta berbagai macam kosmetik ilegal. Barang bukti tersebut, dimusnahkan dengan cara dibakar dengan dimasukkan kedalam tong drum.

“Barang bukti seperti narkotika, uang palsu, obat-obatan dan kosmetik ilegal yang dimusnahkan ini, perkaranya sudah inkracht atau memiliki putusan hukum tetap,”kata Kepala Kejari Bandarlampung, Hentoro Dwi Cahyono, Kamis 17 Mei 2018.

Dikatakannya, terkecuali jika barang bukti tersebut berupa kepemilikan. Sedangkan untuk masalah ranmor, bisa dilelang apabila pemiliknya tidak ada atau statusnya diambil oleh negara.

“Jadi lelang itu, ada barang bukti yang diambil oleh negara seperti motor, mobil atau lainnya yang disita itu bisa dilelang. Prosedurnya, harus diumumkan terlebih dulu setelah itu baru dilelang supaya jelas,”ujarnya.

Hentoro mengungkapkan, akhir-akhir ini adanya penemuan uang palsu yang jumlahnya lumayan cukup banyak sebesar Rp 90 juta, namun kasus tersebut tidak menonjol atau mendominasi di Bandarlampung. Kemudian untuk kasus yang masih menonjol, masalah peredaran narkotika lalu pencurian dengan kekerasan (Curas) dan kekerasan terhadap wanita dan anak.

“Dilakukannya pemusnahan barang bukti di awal Ramadahan ini, sebagai bentuk komitmen kami dalam memerangi narkotika, obat-obatan dan kosmetik ilegal, uang palsu dan perjudian,”terangnya.

Sementara Waka Polresta Bandarlampung, AKBP Yudy Chandra Erlianto saat diwawancarai terkait peredaran uang palsu (upal) mengatakan, kasus peredaran uang palsu tersebut, saat ini masih dalam penyelidikan dan pengembangan oleh anggota Satreskrim Polresta Bandarlampung.

“Kasusnya masih pengembangan, kami akan terus awasi peredaran uang palsu tersebut dan tim Satgas Pangan juga bisa membantu untuk mengawasinya,”ungkapnya.

Loading...