Kejari Bandarlampung Musnahkan Narkoba dan Obat-Obatan Tanpa Izin Edar

  • Bagikan
Kajari Bandarlampung Hentoro Dwi Cahyono bersama Kapolresta Bandarlampung AKBP Murbani Budi Pitono saat memberikan keterangan terkait dengan pemusnahan barang bukti narkoba dan obat-obatan tanpa izin edar di RSUAM.

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Kejaksaan Negeri (Kajari) Bandarlampung memusnahkan barang bukti narkoba jenis ganja, ekstasi, seperangkat alat isap (bong) hasil kejahatan dan obat-obatan tanpa izin edar, di halaman di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM), pada Rabu (28/12/2016).

Selain Kajari, turut dalam pemusnahan barang bukti tersebut, antara lain, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Arta Theresia, Kapolresta Bandarlampung, AKBP Murbani Budi Pitono, Ketua DPRD Bandarlampung, Wiyadi; Danramil Kedaton Mayor Inv Haryono; Direktur RSUAM, Heri Djoko Subandrio; Perwakilan BNNP Lampung dan BPOM Bandarlampung.

Barang bukti yang dimusnahkan adalah, narkoba jenis ganja, sabu-sabu, ekstasi, seperangkat alat isap (bong dan pirek) dan obat-obatan tanpa izin edar dan telah memiliki putusan hukum tetap. Barang bukti tersebut, dimusnahkan dengan cara dibakar di masukkan ke dalam mesin Incenerator.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bandarlampung, Hentoro Dwi Cahyono mengatakan, barang bukti narkoba dan obat-obatan tanpa izin edar yang dimusnahkan tersebut, merupakan berasal dari 197 perkara.

“Barang bukti ini dimusnahkan setelah perkaranya sudah memiliki putusan hukum tetap (inkracht),”ujarnya dil okasi pemusnahan, di RSUAM, Bandarlampung, Rabu (28/12/2016).

Hentoro mengatakan, barang bukti narkoba yang dimusnahkan berupa ganja sebanyak 110 Kg, sabu-sabu sebanyak 209 gram, ekstasi 1.020 gram, puluhan bungkus atau pack obat-obatan tanpa izin edar dan puluhan seperangkat alat isap sabu (bong dan pirek).

“Pemusnahan barang bukti tersebut, merupakan dari perkara selama tiga bulan (Oktober-Desember 2016),”terangnya.

Menurutnya, pemusnahan barang bukti narkoba dan obat-obatan tanpa izin edar ini, sengaja dimusnahkan di RSUAM. Karena di tempat tersebut, memiliki mesin incenator berkapasitas besar.

“Pemusnahan ini tentunya bisa menjadi shock teraphy dan bukti bahwa kami sebagai penegak hukum sangat intens melakukan penindakan terhadap peredaran narkoba dan kami akan menindak secara tegas,”ujarnya.

Selain barang bukti tersebut, kata Hentoro, masih ada beberapa barang bukti lain lagi yang dalam tahap persidangan dan rencananya akan segera dilakukan pemusnahan dalam waktu dekat.

Menurut dia,  tidak hanya narkotika yang dimusnahkan, tetapi juga senjata api rakitan dan barang bukti lainnya.

“Jumlah perkara narkoba ini, terus mengalami kenaikan. Namun kami bersama Polresta Bandarlampung dan instansi terkait lainnya, akan terus melakukan penindakan terhadap tindak pidana narkotika,”ungkapnya.

Ditegaskannya, Lampung sudah menjadi daerah darurat narkoba, apalgi saat ini dengan adanya tol laut jalur penyeberangan Pelabuhan Panjang-Tanjung Priok. Sehingga tempat tersebut, akan menjadi persinggahan dan menjadi tempat peredaran narkoba.

“Lampung ini dekat dengan kota dan menjadi tempat perlintasan, sehingga banyak sekali narkoba yang beredar di Kota Bandarlampung. Apalagi, saat ini adanya jalur tol laut di Pelabuhan Panjang. Inilah yang akan menjadi PR kedepannya,”pungkasnya.

  • Bagikan