Kejari Kotabumi Tahan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Jalan Dua Jalur

  • Bagikan

Feaby/Teraslampung.com

Tiga tersangka kasus dugaan korupsi proyek jalan jalur dua Lampung Utara senilai Rp 6,7 M, Zainudin (kanan, memegang  tas), Legiono (tenngah, pakai kacamata) dan Sulistyawan (paling kiri) saat di Rutan Way Hwi Bandar Lampung, Senin (8/12). Foto: ©Teraslampung.com/Feaby.

KOTABUMI–Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotabumi, Lampung Utara (Lampura) akhirnya menahan tiga tersangka dugaan korupsi dalam pembangunan jalan dua jalur (Jalan Jenderal Sudirman) Kotabumi, Senin (8/12).

Ketiga tersangka yaitu Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lampura, Zaenudin, Kepala Seksi Peningkatan Jalan Dinas PU sekaligus PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan), Legiono, serta konsultan pengawas dari CV Basic Konsultan, Sulistyawan.

Para tersangka sempat  menjalani pemeriksaan di ruang Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Kotabumi, Senin (8/12) sekitar pukul 09.00 WIB. Selang 30 menit kemudian, ketiganya langsung diangkut menggunakan mobil dinas Kejari menuju Rumah Tahanan Way Hui, Bandarlampung.

“Ketiganya ditahan setelah sebelumnya ditetapkan tersangka berdasarkan nomor surat :54/N.8-13/FDI/07/2014 tertanggal 14 Juni 2014,” ujar penyidik Kejari, Kotabumi, Ahmad Rafli Pasra, Senin (8/12).

Menurut Ahmad Rafli, berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Lampung, kerugian negara yang ditimbulkan dalam proyek senilai Rp6,7 miliar itu mencapai Rp520.477.974.

Kerugian ini disebabkan penyimpangan atau pengurangan volume yang tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) kegiatan tersebut. “Tetapi mereka mengaku pengerjaan proyek sudah sesuai,” Ahmad Rafli.

Sebelumnya, Kejari Kotabumi mulai melakukan penyidikan secara marathon dalam perkara dugaan rasuah pada pembangunan jalur dua di Jalan Jendral Sudirman sejak tahun 2013 silam. Sejumlah pihak yang diduga turut bertanggung jawab dalam pembangunan dimaksud telah dimintai keterangan, diantaranya mantan Kepala Dinas PU, Hamartoni, ketua dan sekretaris panitia lelang, berikut konsultan yang diduga terlibat masalah kasus tersebut.

Dalam penyidikan itu, Korps Adhyaksa Lampura menemukan dugaan penyimpangan proyek pembangunan jalur dua di Jalan Jenderal Sudirman, Kotabumi yang  telah menghabiskan dana  Rp6,7 miliar dari APBD 2012. Hasilnya, ada indikasi kuat penyimpangan dalam proyek itu berupa pengurangan volume.

Indikasi penyimpangan proyek  pelebaran jalan sepanjang sekitar 1,1 km itu diperkuat dengan hasil pemeriksaan dokumen proyek.

Dasar penyelidikan atas proyek itu sendiri yakni, surat perintah penyelidikan dari kepala Kejari Kotabumi.

Proyek pembangunan jalur dua itu dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama dikerjakan tahun 2011 dan tahap keduanya dikerjakan pada 2012. Pembangunan ini juga sempat dikecam warga setempat karena lebar jalan tersebut dinilai tidak cukup layak untuk disebut sebagai jalur dua.

  • Bagikan