Kejari Masih Teliti Berkas Kasus Korupsi Dinas Kelautan dan Perikanan

Bagikan/Suka/Tweet:

Zaenal Asikin/Teraslampung.com

BANDAR LAMPUNG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandarlampung kini tengah meneliti hasil berkas acara pemeriksaan (BAP) terhadap kasus dugaan korupsi pembangunan kios mini pemasaran hasil perikanan di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Bandarlampung senilai Rp435 juta yang dilimpahkan dari penyidik Tipikor Polresta Bandarlampung.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bandarlampung, Widiyantoro, mengaku pihaknya sudah membentuk tim jaksa untuk melakukan penelitian terhadap berkas korupsi pada pembangunan kios mini pemasaran (DKP) tersebut.

“Ya benar, saat ini kami sudah menerima pelimpahan tahap I (berkas DKP) dari penyidik Polresta Bandarlampung. Kini berkasnya sedang dalam penelitian Jaksa Peneliti,” kata Widiyantoro, Senin (23/6).

Widiyantoro menjelaskan, tim jaksa peneliti kini sedang meneliti berkas tersebut, guna memastikan apa materi dalam pemeriksaan yang telah dilakukan oleh penyidik Polresta Bandarlampung sudah lengkap atau masih ada yang perlu didalami pemeriksaan saksi atau tersangka.

Soal kemungkinan adanua tersangka baru dalam kasus ini, Widi mengaku belum dapat membeberkan. Seluruh jaksa peneliti, kata Widiyantoro, masih bekerja keras untuk mempelajari satu demi satu lembaran hasil pemeriksaan yang telah dilakukan penyidik Polresta.

“Kita lihat saja nanti hasil penelitian masing masing tim jaksa, kalau sudah rampung diteliti kita akan serahkan kembali ke pihak penyidik Polresta berkasnya,” kata Widi.

Diketahui, dalam kasus ini Polresta Bandarlampung menetapkan Agus Sujatma yang merupakan anggota dewan terpilih 2104, ER dan HD sebagai tersangka. Sejak penetapan tersebut, penyidik tidak melakukan penahanan dan para tersangka hanya dikenakan wajib lapor.

Kasus ini berawal, saat Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bandarlampung mendapat anggaran yang bersumber dari APBN dan dana pendamping APBD tahun anggaran 2012 sebesar Rp1,2 miliar. Namun, dalam proses tender, dimenangkan Hendrik selaku Direktur CV Tita Makmur Cahaya.

Kemudian Hendrik memberi kuasa kepada Ery Adil Rahman sebagai kuasa direktur. Dalam perjanjian kontrak kerja sama antara CV Tita Makmur Cahaya yang merupakan rekanan DKP, ada tanda tangan Hendrik yang dipalsukan. Lalu dalam proses pengerjaannya Ery bekerja sama dengan Agus Sujatma. Namun, order pekerjaan itu hanya berdasarkan kepercayaan, tanpa adanya perjanjian tertulis.

Peran Agus Sujata adalah sebagai penyandang dana dan yang pemilik paket proyek serta pengorder barang-barang yang digunakan dalam proyek tersebut. Ternyata barang yang diorder, dibeli dan dibayar Agus Sujatma tidak merujuk spesifikasi yang tertulis dalam kontrak kerja yang sudah disepakati dengan DKP.


Pada Pemilu Legislatif 9 April 2014 lalu Agus Sujatma mencalonkan diri sebagai calon legislatif DPRD Kota Bandarlampung dari Partai Gerindra. Agus termasuk salah satu caleg yang lolos dan akan dilantik sebagai anggota DPRD Kota Bandarlampung periode 2014-2019.