Beranda Teras Berita Kejari Minta Penyidik Polresta Bandarlampung tidak Gantung Berkas Dugaan Korupsi Kios Mini

Kejari Minta Penyidik Polresta Bandarlampung tidak Gantung Berkas Dugaan Korupsi Kios Mini

345
BERBAGI
Zainal
Asikin/Teraslampung.com
Ilustrasi berkas kasus korupsi (@sudi purwono)
BANDARLAMPUNG- Kejaksaan
Negeri (Kejari) Bandarlampung, meminta kepada penyidik Tipikor Polresta Bandar
Lampung, supaya jangan menggantung perkara dugaan korupsi pembangunan kios mini
yang melibatkan tersangka Agus Sujatma, anggota DPRD Bandar Lampung dan Hendrik
(rekanan). Pasalnya, hingga Kamis (7/5), penyidik Tipikor Polresta belum
menjawab P­20 yang dikirimkan tim jaksa peneliti Kejaksaan Negeri (Kejari)
Bandar Lampung pada bulan Maret 2015 lalu.
Kasi Pidsus Kejari Bandar
Lampung, Freddy Simanjuntak mengatakan, pihaknya belum menerima jawaban dari
P­20 yang sudah dikirimkan jaksa peneliti ke penyidik Tipikor Polresta
Bandarlampung.
“Kami sudah
sampaikan P­-20 nya pada bulan Maret 2014 lalu, namun sampai sekarang memang
belum ada jawabannya dari Polresta. Saya tidak tahu kenapa lamanya, jangan
digantung-gantunglah kalau memang sudah selesai ya segeralah dikirimkan
berkasnya,” kata Freddy, Kamis (7/5).
Freddy mengaku, sangat
menyayangkan sikap penyidik Polresta Bandarlampung yang sampai sekarang belum
juga melimpahkan berkas perkara kedua tersangka tersebut.(Baca:  LPW Nilai Penanganan Kasus Korupsi Rp 4,5 M di Dinas Kelautan “Tebang Pilih”).
“Ya P-20 itu dibalas
bersamaan dengan pelimpahan berkas, kan sudah jelas semua petunjuk-petunjuk
yang kami berikan dan itu tinggal melengkapinya saja kok,” terangnya.
Dijelaskannya, P­20 yang
dikirimkan itu sudah semacam surat peringatan agar secepatnya berkas tersebut
untuk dilengkapi petunjuk dari jaksa peneliti atas kasus itu. Karena, kasus
tersebut merupakan tindak pidana korupsi yang merugikan uang negara. (Baca:  Dua Tersangka Kasus Korupsi Rp 4,5 M di Dinas Kelautan dan Perikanan Makin “Mak Jelas”).
“Jadi kasusnya harus
dilanjutkan ke tahap penuntutan dan pengadilan. Kalau memang tidak bisa untuk dilanjutkan,
keluarkan saja SP3-nya (Surat Penghentian Penyidikan Perkara),” tegasnya.
Terpisah, Kasat Reskrim
Polresta Bandar Lampung, Kompol Dery Agung Wijaya mengatakan, pihaknya masih
terus berupaya melengkapi berkas perkara dugaan korupsi Agus Sujatma dan Hendrik.
“Untuk berkas kedua orang
tersangka itu masih dalam proses pelengkapan berkas oleh tim penyidik Unit
Tipikor Satreskrim atas petunjuk dari Kejari,” kata Dery.
Diketahui, Agus Sujatma
dan Hendrik merupakan dua dari lima tersangka yang ditetapkan penyidik Tipikor
Polresta Bandar Lampung. Tiga tersangka lainnya antara lain Ery (rekanan) dan
Kepala Bidang Perikanan DKP, Agus Mujianto (keduanya masing-masing sudah
divonis 18 bulan) sedangkan Chandra(konsultan pengawas) masih
dalam proses sidang.(BacaL Berkas Penyidikan Tersangka Korupsi di Dinas Kelautan Masih ‘Nyangkut’ di Kepolisian).
Mereka diduga melakukan
korupsi secara bersama­-sama dalam pembangunan kios mini di DKP Bandar Lampung
yang mendapat anggaran dari APBN dan dana pendamping APBD tahun anggaran 2012
sebesar Rp 1,5 miliar. Namun, dalam pengerjaan proyek tersebut tidak sesuai
spesifikasi dan

berdasarkan hasil audit
Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP), menemukan adanya indikasi
korupsi yang mengakibatkan negara mengalami kerugian sebesar Rp300 juta.

Agus dan Hendrik hingga kini masih melenggang bebas.

Berita Terkait: Terjerat Kasus Korupsi, Calon Anggota Dewan dari Gerindra Sakit
Berita Terkait: Korupsi DKP, Berkas Agus Sujatma dan Hendrik Mengendap di Polresta