Beranda Hukum Korupsi Kejati Belum Tahu Keberadaan Alay

Kejati Belum Tahu Keberadaan Alay

1013
BERBAGI
Sugiarto Wiharjo alias Alay (Teraslampung.com/oyosshn)

Zaenal Asikin/Teraslampung.com

BANDAR LAMPUNG – Meskipun petikan resmi hasil kasasi di Mahkamah Agung untuk kasus korupsi APBD Lampung Timur 2008 dan 2009 dengan terdakwa Sugiarto Wiharjo alias Alay sudah keluar, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung  hingga kini belum tahu keberadaan Alay.

Meski begitu, Kejati Lampung siap membentuk tim yang terdiri dari personel Kejati dan Kejari Bandarlampung untuk mengeksekusi Alay.

Asintel Kejati Lampung, Agus Salim, mengatakan sejak 1 Juli 2014 Kejaksaan sudah menerima petikan resminya. Adanya petikan resmi dari MA yang Dengan diterimanya petikan resmi tersebut, sudah cukup untuk dlakukan eksekusi.

Menurut Agus Salim, saat ini tidak mungkin mengeksekusi Alay dengan  memanggil yang bersangkutan.

“Kalau dilakukan pemanggilan, dikhawatirkan yang bersangkutan nanti malah keburu kabur. Kami sudah kalah cepat dengan larinya tersangka Sugiarto Wiharjo alias Alay yang di tingkat kasasi dijatuhi pidana 18 tahun penjara,” kata Agus Salim,
Senin (11/8).

Agus Salin mengaku pihaknya sudah melakukan perpanjangan pencekalan untuk Alay.

Menanggapi kaburnya Sugiarto Wiharjo alias Alay, Kajari Bandarlampung, Widiyantoro,  mengaku optimistis  bisa mengeksekusinya meskipun keberadaan Alay belum diketahui.Menurut Widiyantoro, dengan dipimpin Kasi Pidsus Kejari Bandarlampung,  tim eksekutor segera menemukan keberadaan Alay dan langsung mengeksekusinya.

Widiyantoro mengaku optimistis karena dirinya masih percaya kepada tim JPU yang menangani perkara Alay.

“Kami sangat optimis bisa di eksekusi, kan anggota tim JPU masih ada disini semua. Pastinya mereka bisa bertanggungjawab terhadap perkara ini,” kata Widi saat ditemui di ruangan kerjanya, Senin (11/8).

Widi menjelaskan, tim jaksa penuntut umum perkara Alay adalah Yusep Simbolon (sekarang bertugas di Metro), Kohar (sekarang bertugas di Kepulaua Riau), Dumoli Sianipar, Yusna Adia, Sri Aprilinda, Edwin Prabowo, dan Eka Oktarini.

Mereka inilah Jaksa P-16 yang akan dipimpin dengan Kasi Pidsus untuk segera mengeksekusi.

Menurut Widiyantoro, pengembalian kerugian sebanyak Rp105 miliar yang harus dilakukan Alay, nantinya akan diambil dari barang bukti setelah dilakukan lelang terhadap aset Alay yang sudah disita.

“Kami tidak khawatir dengan uang pengganti dari terpidana. Kan barang bukti berupa aset milik terpidana Alay masih tersimpan rapi dan terawat,” ujarnya.

 

Loading...