Kejati Lampung Terima SPDP Kasus City Spa

  • Bagikan
City Spa di Jl. Pangeran Diponegoro Bandarlampung disegel Sat Pol PP Pemkot Bandarlampung, 11 September 2015 lalu.
City Spa di Jl. Pangeran Diponegoro Bandarlampung disegel Sat Pol PP Pemkot Bandarlampung, 11 September 2015 lalu.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, mengklaim telah menerima surat perintah dimulainya penyelidikan (SPDP) dari penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Lampung terkait perkara dugaan pencabulan dengan tersangka berinisial G, Senin (2/11/2015).

Kepala seksi penerangan hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, Yadi Rahmat, mengatakan pihaknya memang sudah menerima SPDP atas nama inisial G, Menurut Yadi SPDP itu diterimanya pada minggu lalu.

“Dalam perkara itu, tersangka berinisial G disangkakan dengan Pasal 289 KUHP tentang pencabulan dan Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan. Untuk JPU yang ditunjuk menangani perkaranya ada tiga jaksa,”kata Yadi, Senin (2/11/2015).

Yadi mengutarakan, setelah SPDP masuk, pihaknya menunggu berkas dari penyidik kepolisian. Kejati, kata Yadi, akan mempertanyakan ke penyidik bila berkas perkaranya tidak dikirim. Ketika disinggung mengenai dalam perkara ini, diduga adanya rekayasa, Yadi mengaku tidak mengetahuinya mengenai hal tersebut.

BACA JUGA:   Pasca-beredarnya Vaksin Palsu, KIP Desak Kemenkes Umumkan Langkah Antisipasi

“Mengenai adanya rekayasa dalam perkara ini, saya tidak tahu pasti karena yang bisa menjelaskan itu adalah penyidik dari kepolisian,”terangnya.

Terpisah, Direktur Reserese Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Pol Zarialdi saat dikonfirmasi teraslampung.com mengatakan, pihaknya saat ini masih mendalami kasusnya. Dalam perkara tersebut, baru mengusut tentang kasus pencabulannya.

Terkait adanya dugaan rekayasa pasca-penggerebekan di City Spa, lanjut Zarialdi, hingga ditutupnya terapis City Spa pihaknya mengaku masih akan mengembangkannya untuk dapat mengungkap kasus tersebut.

“Kami masih kembangkan, tersangka G masih kita periksa. apakah nanti bisa berkembang atau tidak. Kita juga masih akan gelarkan perkaranya dulu,”kata Zarialdi, Senin malam (2/11/2015).

Zarialdi mengutarakan, gelar perkara tersebut sangat penting karena untuk menyimpulkan apakah memang ada dugaan rekayasa pada penggerebekan itu atau tidak. Sebab, dari keterangan tersangka,
dirinya dipaksa untuk berbuat mesum di City Spa, hingga akhirnya digerebek.

BACA JUGA:   Kasus Anggota Dewan Lakukan Pengancaman dalam Pilkades,Golkar Lampura Percayaan pada Proses Hukum

“Saksi yang diperiksa ada lima orang,  termasuk dari Pol PP  Kalau memang benar tersangka G ini benar disuruh, yang menyuruhnya ini siapa? Itu yang saat ini masih kami kembangkan,”jelasnya.

  • Bagikan