Kelola Miliaran Dana Simpan Pinjam, UPK Abung Tengah Hanya Sisakan Uang Kas Rp1,5 Juta

Ilustrasi dana simpan pinjam. Foto: Sino Images Studio (istockphoto)
Bagikan/Suka/Tweet:

Feaby Handana | Teraslampung.com

Kotabumi–Inspektorat Lampung Utara terus mendalami dugaan persoalan dana simpan pinjam yang dikelola oleh Unit Pelaksana Kegiatan Abung Tengah. ‎Pendalaman atas persoalan ini ditujukan untuk mengetahui ke mana saja miliaran dana simpan pinjam itu mengalir.

“Kemarin, ketua, bendahara dan juru tagih UPK yang mengelola dana simpan pinjam itu sudah kami periksa,” kata Inspektur Pembantu Khusus Inspektorat Lampung Utara, M. Ridho Al-Rasyidi, Kamis (17/3/2022).

Sayangnya, Ketua UPK tak dapat menyelesaikan pemeriksaan yang mereka lakukan. Sebab, yang bersangkutan meminta izin untuk berobat saat proses pemeriksaan berlangsung. Pemeriksaan atas yang bersangkutan akan kembali dilanjutkan sesuai jadwal yang ditetapkan.

“Permintaan keterangan untuk Ketua UPK-nya dilanjutkan Jumat besok,” jelasnya.

Ia mengatakan, pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui ke mana saja dana simpan pinjam itu mengalir. Sebab, total dana yang tersisa di kas hanya sekitar Rp1.550.000 saja. Sisa dana kas itu disampaikan langsung oleh Bendahara UPK.

“Selain itu, pemeriksaan ini juga ditujukan untuk mengetahui persyaratan apa saja yang harus dipenuhi oleh calon peminjam atau nasabah,” kata dia.

Apa yang disampaikan oleh Bendahara UPK ini sedikit berbeda dengan pernyataan sebelumnya. Kala itu, ia menyampaikan bahwa sama sekali tidak ada dana yang tersimpan di kas UPK. “(Dananya) enggak ada yang tersisa sama sekali di kas,” terangnya kala itu.

Di sisi lain, Kejaksaan Negeri Lampung Utara ternyata diam – diam turut mengamati persoalan dana simpan pinjam dengan total Rp1,3 miliar di Kecamatan Abung Tengah.