Beranda Ruwa Jurai Lampung Selatan Kelompok Wanita Tani Lamsel Dilatih Manfaatkan Pangan Lokal

Kelompok Wanita Tani Lamsel Dilatih Manfaatkan Pangan Lokal

265
BERBAGI

Iwan J Sastra/Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN – Beragam jenis panganan yang dijajakan di toko-toko makanan di kota besar, memang suka menggoda bagi setiap orang yang melihatnya untuk membeli. Namun, tanpa disadari berbagai jenis makanan yang dijajakan itu belum tentu semuanya memiliki keamanan yang terjamin.

Seperti halnya banyak campuran bahan pengawet, pewarna buatan, maupun bahan makanan yang mengandung zat-zat yang dapat menganggu kesehatan bagi yang mengkonsumsinya.

Oleh karena itu, sebagai upaya antisipasi agar masyarakat tetap sehat dan terjamin keamanan pangannya. Badan Ketahanan Pangan (BKP) Lampung Selatan melalui Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan memberikan pelatihan teknis tentang pemanfaatan pangan lokal kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) P2KP dari tiap-tiap kecamatan se-Kebuapten Lampung Selatan.

Pelatihan teknis pemanfaatan pangan lokal itu, digelar oleh BKP Lampung Selatan, di Wisma Belerang, Kalianda selama dua hari Rabu-Kamis (16-17/12), dengan menghadirkan narasumber dari Polinela, Bandar Lampung.

Kabid Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan Puadi, mewakili Kepala BKP Lamsel Rini Ariasih menjelaskan, tujuan pelatihan tersebut untuk memberikan pengetahuan kepada para pelaku usaha dan KWT tentang cara pengolahan pangan lokal yang dapat dijadikan salah satu panganan alternatif pilihan.

“Diharapkan, setelah mengikuti pelatihan ini para peserta pelatihan dapat mengetahui teknologi cara pengolahan pangan lokal yang nantinya bisa diterapkan dalam kehidupannya sehari-hari,” ujar Puadi, kepada Teraslampung.com, disela-sela acara pelatihan.

Diungkapkannya, pelatihan ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan ketahanan pangan dengan pengembangan konsumsi pangan melalui pengembangan pangan lokal oleh kelompok-kelompok kerajinan pangan. Menurutnya, pangan lokal merupakan pangan yang sudah dikenal, mudah diperoleh, serta beragam jenisnya.

“Melalui pengembangan pangan lokal ini, diharapkan dapat meningkatkan konsumsi pangan yang beragam di tingkat rumah tangga, sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Puadi, pelatihan ini juga dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keanekaragaman produksi bahan pangan bagi peningkatan pertumbuhan dan kehidupan manusia di masa mendatang.

“Juga untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam hal pengolahan pangan, dengan memanfaatkan tanaman pangan yang ada disekitar pekarangan rumah tinggal,” katanya.