Beranda News Nasional Keluar dari Penjara, Mantan Wakil PM Malaysia Anwar Ibrahim Berkunjung ke Indonesia

Keluar dari Penjara, Mantan Wakil PM Malaysia Anwar Ibrahim Berkunjung ke Indonesia

474
BERBAGI
Anwar Ibrahim bertemu mantan Presiden B.J. Habibis di Jakarta,Minggu (20/5/2018).

TERASLAMPUNG.COM — Kunjungan ke Indonesia menjadi kunjungan pertama mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim selepas keluar dari tahanan. Mantan orang kepercayaan PM Mahathir Mohammad ini berkunjung ke Indonesoa untuk bertemu dengan Presiden RI ke-3 Baharuddin Jusuf Habibie di Jakarta pada Minggu, 20 Mei 2018.

“Saya sebenarnya tidak ada rencana berkunjung ke luar negeri, setelah beberapa hari bebas,” ujar Anwar Ibrahim, seperti dilis kantor berita Turki, Anadolu, Minggu.

Ibrahim mengatakan kedatangannya ke Indonesia itu berdasarkan undangan Habibie untuk memperingati 20 tahun reformasi Indonesia.

“Pak Habibie telepon ada kesempatan untuk memperingati 20 tahun reformasi,” katanya.

Ibrahim mengatakan dirinya mengikuti bergulirnya reformasi di Indonesia yang terjadi pada 1998 lalu.

Kata-kata reformasi itu, ujar Ibrahim, menginspirasinya untuk diimplementasikan di negaranya.

“Saya dipecat dari pemerintahan dan slogan pertama yang saya pilih adalah reformasi, karena lebih inklusif,” tambah dia.

Ibrahim dan Habibie telah lama berkawan dekat. Bahkan istri Ibrahim, Wan Azizah Wan Ismail, turut serta saat pengajian meninggalnya istri Habibie Hasri Ainun Habibie.

Pada 2004 lalu, Ibrahim juga menemui Habibie di Indonesia. Dalam kunjungan selama sepekan itu dia juga bertemu dengan Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla.

Ibrahim bebas dari penjara Rabu lalu, setelah mendapatkan pengampunan (royal pardon) dari Raja Malaysia atas tuduhan sodomi yang membuatnya harus mendekam dalam jeruji besi selama tiga tahun terakhir.

Anwar Ibrahim membantah kedekatannya dengan Mahathir Mohammad untuk kepentingan politik dan Pemilihan Umum.

Anwar mengatakan kedekatannya tersebut untuk membangun Malaysia bersama-sama setelah masa pemerintahan Perdana Menteri Malaysia sebelumnya Najib Razak.

“Saya mau bergerak sebagai anak Malaysia, rakyat Malaysia, dan bebas bicara,” ujar Anwar Ibrahim saat berkunjung ke kediaman Presiden Ke-3 BJ Habibie di Jakarta pada Minggu.

Anwar Ibrahim mengaku sudah berbicara dengan Mahathir Mohammad bahwa dirinya tidak ingin jabatan apapun pada masa pemerintahan yang baru nanti.

Dia mengaku menginginkan Pemerintah Malaysia yang bersih dan bisa menghapuskan kemiskinan.

“Karena saya bersama itu bukan soal menang pemilu atau pilihan rakyat. Tetapi untuk menerjemahkan, melaksanakan agenda secara spesifik. Badan kehakiman yang bebas, dan adil media yang bebas dan program ekonomi yang akan mengurangi kesenjangan,” pungkas Anwar Ibrahim.

Anwar Ibrahim sebelumnya bebas dari penjara pada Rabu, setelah mendapatkan pengampunan (royal pardon) dari Raja Malaysia atas kasus sodomi yang membuatnya dipenjara selama tiga tahun terakhir.

Anwar dua kali merasakan dinginnya penjara di bawah kepemimpinan dua perdana menteri Malaysia yang berbeda. Pada 1998, Anwar yang kala itu menjabat sebagai wakil perdana menteri untuk Mahathir, dipecat dan dipenjara dengan tuduhan sodomi dan korupsi.

Keluar dari penjara pada 2004, Anwar membentuk Pakatan Rakyat – yang kemudian menjadi gerakan Pakatan Harapan – untuk menentang koalisi Barisan Nasional pimpinan Mahathir Mohamad. Gerakan ini sukses menumbangkan Barisan Nasional pada pemilu 2008 dan 2013.

Pada 2015, ketika Najib Razak menjadi perdana menteri, Anwar kembali dikirim ke penjara atas tuduhan sodomi, yang terus dibantah olehnya. Anwar menegaskan Mahathir dan Najib terus mengirimnya ke penjara untuk menjauhkannya dari dunia politik.

TL/Anadolu

Loading...