Beranda News Keluarga di Kotabumi Terkejut Yuni Yanti Lerang Dideportasi dari Turki karena Terlibat...

Keluarga di Kotabumi Terkejut Yuni Yanti Lerang Dideportasi dari Turki karena Terlibat ISIS

826
BERBAGI
Arief Rahman, kakak ipar Yuni Yanti Lerang

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi– Pendeportasian Yuni Yanti Lerang (39), WNI asal Lampung Utara karena diduga akan bergabung dengan ISIS (Islamic State og Iraq and Syria) beberapa waktu lalu, membuat kakak ipar Yuni, Arief Rahma  terkejut.

“Pertama kali dengar kabar itu, kami sangat kaget. Kabar itu kami terima dari anggota kepolisian yang datang ke sini tak lama setelah kejadian itu terjadi,” ‎kata kakak ipar Yuni, Arief Rahman D, di kediamannya yang juga merupakan tempat tinggal terakhir Yuni, di Jalan Alamsyah Ratu Perwira Negara, Kotabumi, Lampung Utara, Minggu (12/2/2017).

Menurut Arief, Yuni memang telah lama berada di Jakarta usai menamatkan SMA di SMA Slamet Riyadi Kotabumi.

Meski kakaknya tinggal di Jakarta, namun Yuni memilih mandiri dengan memilih untuk mengontrak di tempat lain. ‎Sayangnya, sejak satu tahun belakangan ini, pihak keluarga sama sekali tak dapat menghubungi Yuni lantaran Yuni hilang bak ditelan bumi.

“Kami enggak tahu dia ikut siapa di Jakarta. Sudah setahun ini, dia dihubungi enggak bisa (tahu – tahu sudah dapat kabar buruk seperti itu),” tuturnya lagi dengan ramah meladeni pertanyaan para awak media yang mendatangi rumahnya.

Sosok Yuni di mata Arief, merupakan sosok biasa – biasa saja dan tak pernah menunjukan perilaku yang tak biasa selama tinggal dengan dirinya semenjak ayah mertuanya meninggal (Lerang Jafar). Semasa di rumahnya, Yuni jarang sekali ke luar rumah kecuali ada keperluan dan juga diketahui tak pernah ikut bergabung dengan organisasi apapun. ‎Yuni sendiri adalah anak bungsu dari tujuh bersaudara.

“Sejak ayah mertua meninggal, rumah mereka (di Jalan Ksatria, Gang Nuri II, Kotabumi dijual. Lalu, ibu mertua dan ‎Yuni tinggal dengan kami. Sekarang, ibu mertua saya lagi sakit,” kisah dia.

Ia berharap, pihak kepolisian segera memulangkan adik iparnya tersebut jika memang dugaan kepada adiknya itu tak terbukti benar. Kalaupun dugaan itu terbukti benar, pihak keluarga berharap akan ada pembinaan kepada adik sehingga dapat kembali berkumpul dengan mereka.

“Kami harap adik kami segera dipulangkan ke sini kalau memang tak ada masalah. Selain itu juga, apa yang terjadi dengan Yuni kan masih sebatas indikasi saja,” harapnya.

Sebanyak 14 Warga Negara Indonesia dideportasi dari Turki. WNI yang diduga akan bergabung dengan kelompok ISIS ini tiba di Terminal 2D Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) menggunakan pesawat Emirates EK-358 pada Rabu (1/2/) malam.

Adapun mereka yang dideportasi yakni berinisial M (34), AHA (29), AS (13), HH (2), EF (34), HM (9), S (42), JAKA (19), TS (15), HMT (5), LKS (40), AME (35), IN (16) dan YYL (39).