Keluarga Kerajaan Skala Brak dan Punggawa Adat Saibatin Makhga Legun Silaturahmi ke Kraton Solo

  • Bagikan
Silaturahmi keluarga Kerajaan Paksa Pak Skala Brak dan punggawa Adat Saibatin Makhga Legun Way Handak di Kraton Surakarta, Selasa (3/5). Foto: Istimewa

SURAKARTA, Teraslampung.com  – Keluarga Kerajaan Paksi Pak Skala Brak (PPSB) Lampung, bersama para perwakilan punggawa Adat Saibatin Makhga Legun Way Handak, Lampung Selatan, melakukan kunjungan silatulrahmi ke Kesultanan Keraton Soerakarta Solo, Jawa Tengah, Selasa (3/5).

Tujuan dari silaturahmi tersebut, tidak lain hanya untuk mempererat jalinan tali silaturahmi antar kerajaan dan adat budaya yang ada di Indonesia.

Menurut Punggawa Legun Zailani Gelar Temenggung Saka Tanding, adat merupakan gagasan kebudayaan yang terdiri dari nilai-nilai kebudayaan, norma, kebiasaan, kelembagaan, dan hukum adat yang berlaku di suatu wilayah adat.

“Adat budaya memang sudah ada sejak jauh sebelum adanya jaman penjajah atau sejak tahun 500an silam dalam bentuk pemerintahan kerajaan yang di pimpin oleh raja, dan sampai saat ini pemerintahan tersebut memang masih ada, salah satunya adalah kerjaan Paksi Pak Skala Brak Lampung,” ujar Zailani, kepada Teraslampung.com, melalui pesan BlackBerry Mesengger (BBM), Selasa (3/5) malam.

Zailani menjelaskan, di-era pemerintahan negara yang demokratis ini, sebuah adat budaya hanya kelompok- kelompok tertentu saja yang mengeluti dan menghidupinya.

“Namun, jika direnungkan betapa sangat penting untuk dipertahankan sebagai simbol kebesaran dan corak negara kesatuan republik indonesia sebagai bangsa yang besar,” jelasnya.

Dikatakannya, salah satu cara untuk memperkuat tali silaturahmi antar kerajaan-kerajaan serta adat budaya tersebut, maka perlu dilakukan komunikasi yang aktif.

“Oleh karena itu, kami selaku perwakilan punggawa adat saibatin makhga legun way handak, bersama kerajaan paksi pak skala brak Lampung, melakukan kunjungan silatulrahmi ini, ke kesultanan keraton soerakarta Solo, Jawa Tengah. Jadi perjalanan kami ke Kota Solo Jawa Tengah bukan untuk refresing atau jalan-jalan biasa, tetapi dalam rangka menjalankan tugas,” katanya.

“Alahmdulliah kehadiran kami mendapat sambutan meriah dari para petinggi keraton,” pungkasnya.

Iwan J Sastra

  • Bagikan