Beranda Hukum Keluarga Korban Dugaan Malapraktik Dokter RS Urip Sumoharjo akan Lapor Presiden

Keluarga Korban Dugaan Malapraktik Dokter RS Urip Sumoharjo akan Lapor Presiden

1514
BERBAGI
Tim pengacara almarhum Upik: Peni Wahyu, Rio Heri Saputra, dan Beni Novriansyah.

TERASLAMPUNG.COM – Keluarga almarhumah Upik Roslina (50), korban dugaan malapraktik dokter RS Urip Sumoharjo Bandarlampung, menilai putusan Majelis Pemeriksa Disiplin (MPD) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat. Sebab itu, melalui pengacaranya mereka akan melaporkan kasus ini ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Putusan Majelis Pemeriksa Disiplin (MPD) tidak memenungi rasa keadilan masyarakat keputusannya merugikan masyarakat,” kata Peni Wahyudi dari kantor hukum Mawardi dan Patners, Rabu, 24 Juli 2019.

Dasar Peni menilai adanya kejanggalan putusan MKD dalam putusan tersebut disebutkan oleh salah seorang ahli dokter spesialis penyakit dalam yang menerangkan bahwa almarhum Upik Roslina menderita Steven Johnson Syndrome (SJS).

“Dari keterangan ahli cukup kuat menerangkan teradu melanggar etik. Ahli memutuskan bahwa almarhum terkena SJS sedangkan dokter Ridhuan Irawan (teradu) menilai itu penyakit campak. Dari sini kami menilai ada pelanggaran disiplin, tinggal tingkatannya apa ringan atau berat,” jelas Peni.

Sementara itu anggota tim pengacara yang lain, Rio Heri Saputra, menjelaskan tujuan kami ini untuk memperbaiki pelayanan kesehatan khususnya Kota Bandarlampung.

“Kami berjuang untuk mendapat keadilan ini sejak tahun 2016 yang lalu. Ini bukan hanya perjuangan almarhum ibu Upik saja tapi untuk perbaikan pelayanan kesehatan masyarakat khususnya di Kota Bandarlampung,” ungkap Rio.

Menurutnya, tim pengacara sudah tidak ada upaya hukum lagi. Dia sudah pernah melaporkan kasus ini ke Polda Lampung, tetapi hingga kini tidak ada tindak lanjutnya.

“Kasus ini sudah kami laporkan ke Polda dilimpah ke Polresta Bandarlampung tapi hasilnya polisi menilai kasus ini tidak bisa ditindaklanjuti atau A2,” ujarnya.

Namun, kata Rio, selanjutnya tim pengacara akan menempuh advokasi cara lain yaitu melaporkan kasus ini ke Presiden Jokowi, Departemen Kesehatan, serta instansi terkait.

“Setelah kami mendapat salinan keputusan dari Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) kami sepakat mengadukan kasus ini ke Presiden Jokowi, Depkes juga instansi terkait,” pungkas Rio.

Dandy Ibrahim

Loading...