Beranda News Covid-19 Keluarga Pasien Tuduh Data Satgas Covid-19 Lampura tak Akurat

Keluarga Pasien Tuduh Data Satgas Covid-19 Lampura tak Akurat

206
BERBAGI
Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Foto: Shutterstock
Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Foto: Shutterstock

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Keluarga pasien positif Covid-19 dari Kecamatan Tanjungraja, Lampung Utara menganggap data Dinas Kesehatan tentang kerabatnya tidak akurat. Mereka mengklaim kerabatnya tidak pernah menghadiri sebuah acara keramaian.

“Saya mau meluruskan bahwa perempuan yang dimaksud yang dibilang positif itu diketahui sempat menghadiri acara keramaian. Itu yang saya maksud. Enggak benar itu,” tegas pemilik akun Facebook yang ‎bernama Novita ZA Nofa, Kamis (19/11/2020).

Selain menyoroti seputar ketidakakuratan itu, Novita juga mempersoalkan mengenai hasil tes swab. ‎Hasil swab kerabatnya usai mengikuti tes swab belum pernah mereka terima. Mereka hanya menerima surat pernyataan saja tanpa hasil swab itu.

‎”Tolong juga kalau sudah di swab, hasilnya juga yang akurat dikeluarin. Jangan cuma surat pernyataan saja. Ini benar – benar berdampak jelek buat kami sekeluarga. Ngebuat kami stres,” tulisnya.

Di sisi lain, Kepala Bidang ‎Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Lampung Utara, Dian Mauli menegaskan bahwa pasien dari Tanjungraja itu memang diketahui sempat menghadiri acara keramaian pada 4 November lalu. Hasil positif atas yang bersangkutan dikeluarkan oleh Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Lampung.

“Beliau memang diketahui sempat hadir dalam acara keramaian dan hasil positif itu dari Labkesda Provinsi Lampung,” tegas dia.

‎Sebelumnya, Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lampung Utara menemukan 37 Kasus pasien positif Covid-19, Selasa (17/11/2020). Jumlah kasus pasien positif hari ini merupakan ‘rekor’ tertinggi yang dicapai oleh Lampung Utara dalam satu harinya.

“‎Ada 37 kasus pasien positif Covid-19 ditemukan hari ini,” kata Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 ‎Lampung Utara, Maya Natalia Manan melalui WhatsApp-nya, Selasa (17/11/2020) sekitar pukul 19.30 WIB.

Ke-37 kasus itu tersebar di Kecamatan Kotabumi, Kotabumi Selatan, Bukitkemuning, Abungkunang, ‎Abung Selatan, Tanjungraja, Sungkai Utara, Sungkai Barat, dan Abung Tengah. Pasien terbanyak berasal dari Kecamatan Abung Selatan. Kemudian disusul oleh Kecamatan Kotabumi dan Kotabumi Selatan. Sisanya kecamatan – kecamatan lainnya.‎