Beranda News Kabar Desa Kembangkan BUMDes, Menteri Desa Minta Masukan Gubernur Ganjar
 Pranowo

Kembangkan BUMDes, Menteri Desa Minta Masukan Gubernur Ganjar
 Pranowo

162
BERBAGI
Foto: Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, mengunjungi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, di Rumah Dinas Gubernur Jateng, Puri Gedeh, di Senarang Jawa Tengah, Minggu (31/7/2016).

TERASLAMPUNG.COM — Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo meminta masukan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar bisa membangkitkan perekonomian masyarakat perdesaan.

Menurut Eko, kunjungann pertamanya sebagai Menteri ke Jawa Tengah ini dimaksudkan untuk meminta masukan dari Gubernur Ganjar yang notabene sudah mengenal anatomi beberapa desa yang ada di Jawa Tengah.

“Kami  ke sini ingin meminta masukan agar program-program kita tepat sasaran. Dan kedepan saya ingin semua program harus melalui sepengetahuan kepala daerah,” ujar
Menteri Eko saat berkunjung di Rumah Dinas Gubernur Jawa Tengah, Puri Gedeh, Semarang, Minggu (31/7).

Eko berharap kedepan, Jawa Tengah bisa menjadi percontohan dalam mengembangkan BUMDes. Ia berharap BUMDes bisa dikembangkan dan bisa bekerjasama dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR) ataupun pihak swasta untuk pengembangannya.

“Kalau bisa BUMDes itu dikembangkan dengan KUR ataupun pihak swasta. Saya juga sudah melakukan koordinas dengan kementerian yang lain termasuk dengan pak Puspayoga (Menteri Koperasi),” kata Eko.

Eko mencontohkan, BUMDes yang bisa dikembangkan untuk memdorong hasil pertanian salah satunya adalah dengan membikin sarana penyimpanan pasca panen.

“Pertanian salah satu problemnya adalah minimnya sarana pasca panen. Kalau BUMDes bisa bikin sarana penyimpanan pasca panen, saya yakin bisa membantu produktifitas pertanian,” tandasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyambut baik itikad menteri Desa yang baru untuk datang ke Jawa Tengah dan meminta masukan terkait pembangunan desa. Ganjar menjelaskan untuk mengimplementasikan UU Desa butuh percontohan.

“Memang perlu percontohan, 2-3 tahun. Dulu sebelum diturunkannya dana deaa, kita sudah kasih stimulus kepada beberapa desa yang ada di Jateng. Kita kasih uang 40 juta untuk desa kategori maju, 60 juta untuk yang sedang, dan 100 juta untuk desa yang miskin. Ini rangsangannya sangat luar biasa,” ujar Ganjar.

Untuk persoalan pengembangan BUMDes, Ganjar berpendapat bahwa rencana yang ingin dilakukan Kemendes yang mencoba mensinergikan antara BUMDes dengan BUMN ataupun pihak swasta itu merupakan rencana yang bagus.

“Penjodohan BUMN dengan Desa ini bagus. So far sudah berjalan, tinggal persoalan selera saja,” jelas Ganjar.