Kemenag Lampung Utara Bantah Sekolah RA Ditutup karena Kasus Dugaan Pencabulan

Kantor Kemenag Lampung Utara
Bagikan/Suka/Tweet:

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Kementerian Agama Lampung Utara menepis kabar jika salah satu sekolah Raudlatul Athfal atau TK mereka diliburkan atau ditutup sementara akibat kasus dugaan pencabulan yang terjadi di sekolah tersebut.

Menurut Kepala Kementerian Agama Lampung Utara, Totong Sunardi, kebijakan untuk menutup atau meliburkan sementara sekolah RA akibat peristiwa pencabulan tersebut sama sekali tidak ada. Kegiatan belajar mengajar masih tetap berjalan sebagaimana biasanya.

“Tidak ada kebijakan itu. Sekolah RA tetap masuk dan ada aktivivitas belajar mengajar,” katanya, Senin (28/8/2023).

Sayangnya, saat ditanya apakah oknum satpam yang diduga telah mencabuli salah satu balita RA/TK yang berada di bawah naungan mereka tersebut telah dipecat atau tidak, Totong enggan menjawabnya. Hingga pukul 16.47 WIB, Totong  tak  menjawab pertanyaan itu.

Aksi bejat, Si, oknum Satpam RA/TK di Lampung Utara terjadi di kamar mandi sekolah pada Selasa (16/8/2023) sekitar pukul 09.00 WIB. Yang bersangkutan melakukan perbuatan itu dengan sengaja.

Korban digiring ke kamar mandi. Sesampainya di kamar mandi, korban dicium, diraba-raba kemaluannya. Aksi bejat itu dilakukan karena Si telah lama memendam hasrat untuk melakukan suami-istri.

Akibat perbuatan bejat tersangka, korban mengalami trauma akut. Pihak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lampung Utara pun berupaya memulihkan kondisi mental korban dengan mendatangkan psikolog dari Kota Metro.

Meski begitu, rasa trauma masih terlihat jelas pada yang bersangkutan. Itu dibuktikan dengan sulitnya psikolog yang mereka datangkan untuk berinteraksi dengan balita tersebut. Yang bersangkutan terlihat tidak nyaman saat berdekatan dengan orang asing. Proses pendekatan berlangsung sejak pagi hingga sore hari.