Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Kemenag Tolak TPHD, Kabag Kesos Pemkab Lampura Bantah tak Jeli Usulkan Nama...

Kemenag Tolak TPHD, Kabag Kesos Pemkab Lampura Bantah tak Jeli Usulkan Nama Pendamping Haji

234
BERBAGI

Feaby/Teraslampung.com

Ilustrasi ibadah haji

KOTABUMI–Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial (Kabag Kesos) Lampung Utara, M. Erwinsyah membantah anggapan bahwa pihaknya kurang jeli dalam penyampaian dua nama Tenaga Pendamping Haji (TPHD) dan Tenaga Kesehatan Haji (TKHD) yang ditolak oleh Kementerian Agama.

Di mana kedua nama TPHD dan TKHD itu ditolak lantaran dinilai tidak cukup umur dan dan telah lewati batas umur. Alhasil, Pemkab kembali diminta mengajukan dua nama TPHD dan TKHD pengganti untuk mendampingi jamaah haji Lampura. (Baca:  Kemenag Tolak TPHD dan TKDH Usulan Pemkab Lampura).

“Bukan kurang jeli. Persoalannya, karena SK (Surat Keputusan) tentang TPHD dan TKHD itu dibuat dan diajukan setelah usulan TPHD dan TKHD itu telah diajukan ke kantor Wilayah Kemenag Bandar Lampung,” kata dia, melalui sambungan telepon, Senin (13/7).

Menurut M. Erwinsyah, aturan baru tentang batas umur minimal dan maksimal untuk TPHD dan TKHD yang menjadi ‘biang’ ditolaknya usulan dua nama TPHD dan TKHD Lampura sebelumnya juga baru ada pada tahun ini. Di mana batas usia maksimal untuk TPHD itu yakni usia 55 dan batas usia minimal TKHD itu harus berusia 35 tahun. Sementara TPHD dan TKHD Lampura yang ditolak tersebut masing – masing berumur 62 tahun dan dan 27 tahun atau dengan kata lain tak memenuhi persyaratan.

“Dari seluruh Kabupaten atau Kota yang ada, 8 tidak memenuhi syarat. Dua di antaranya dari Lampung Utara,” tuturnya.

M. Erwinsyah membenarkan bahwa pihaknya telah mengajukan dua nama pengganti untuk TPHD dan TKHD kepada Kanwil Kemenag Bandar Lampung. Kedua nama TPHD dan TKHD pengganti itu yakni Yoane Lisa dan dirinya sendiri. “Kita sudah ajukan dua nama pengganti setelah usulan sebelumnya dianggap tak memenuhi persyaratan.

Menurut M. Erwinsyah, kedua TPHD dan TKHD pengganti yang telah diusulkan termasuk dirinya di dalamnya telah diterima oleh Kanwil Kemenag karena hingga saat ini belum ada penolakan kembali terkait dua nama pengganti tersebut.

“Paling lambat pengusulan dua nama pengganti TPHD dan TKHD itu tanggal 3 Juli. Sudah kita ajukan ke Kantor Wilayah Kemenag Bandar Lampung, dan tidak ada penolakan,” kata dia, melalui sambungan telepon, Senin (13/7).

‎Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) pusat akhirnya ‘menolak’ dua ‎nama Tenaga Pendamping Haji Daerah (TPHD) dan Tenaga Kesehatan Daerah Haji (TKDH) ‎yang diusulkan Pemkab Lampung Utara tahun ini.

Sebab, TPHD dan TKDH yang telah ‘ditolak’ oleh Kemenag pusat tersebut sebelumnya memang dianggap sejumlah pihak tak memenuhi persyaratan sebagaimana yang diharuskan atau dengan kata lain memang tidak layak.

“Kabar (penolakan) itu kami terima pada Selasa (30/7) lalu. Keduanya dianggap gagal Siskohat,” kata Kepala Seksi Haji Kemenag Lampura, Herman Ali, melalui pesan BlackBerry-nya, Jumat (3/7) malam.

‎Alasan keduanya gagal dalam Siskohat, menurut Herman Ali, berbeda satu sama lain. Alasan pembatalan atau ‘penolakan’ TPHD itu dikarenakan usianya telah melewati batas. Sementara untuk TKD yang ‘ditolak, alasannya karena usia yang bersangkutan masih dianggap kurang dan juga bukan tamatan Sarjana sebagaimana yang tertuang dalam persyaratan. ‎

“(Untuk TPHD) Usianya kelebihan. Sementara yang satunya (TKHD) umurnya kurang serta bukan S1,” paparnya.

Loading...