Beranda News Kabar Desa Kemendesa Kembangkan Produk Unggulan di Blok Masela

Kemendesa Kembangkan Produk Unggulan di Blok Masela

339
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM — Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa-PDTT) akan menjadikan Desa Lermatang di Kabupaten Maluku Tenggara Barat sebagai model untuk pengembangan aquaculture estate di tujuh desa lainnya di Pulau Sera dan Pulau Yamdena dengan produk unggulan rumput laut.

““Panen perdana ini jadi momen. Kami akan kembangkan aquaculture estate di tujuh desa di Pulau Sera dan Pulau Yamdena dengan anggaran di 2017 ini. Rumput laut jadi komoditas utama. Ini sekaligus bentuk pengembangan implementasi program prioritas produk unggulan desa (Prudes) di wilayah pulau kecil dan terluar (PKT). Ini sejalan dengan pelaksanaan program unggulan pengembangan produk unggulan desa (one village one product) di wilayah pulau kecil dan terluar (Prudes PKT) yang berbasis komoditas unggulan rumput laut,” kata Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu (PDTU) Suprayoga Hadi , usai menghadiri Destructive Fishing Watch (DFW) panen perdana rumput laut di Desa Lermatang, Minggu (12/3/2017).

Selain panen perdana, Suprayoga juga meresmikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Ngurmase di Desa Lermatang. BUMDes yang merupakan kali pertama dibentuk di Kabupaten Maluku Tenggara Barat ini akan difokuskan pada peningkatan produktivitas rumput laut. Selain itu, pemerintah juga akan merevitalisasi Pabrik Pengolahan Rumput Laut di Desa Lermatang. Pabrik tersebut sempat terhenti karena kesulitan air bersih.

“Kami akan merevitalisasi pabrik itu dan asetnya akan diserahkan kepada Pemerintah Daerah. Nantinya, sarana air bersih tersebut digunakan untuk memasok air baku dan peremajaaan peralatan pascapanen. Hal itu sangat dibutuhkan pabrik untuk proses pencucian dan pengolahan rumput laut lebih lanjut,” lanjutnya.

Pengembangan produk unggulan rumput laut di desa-desa di Kabupaten MTB, kata Suprayoga, diharapkan dapat mendorong perekonomian desa dan kawasan perdesaan yang lebih berdaya saing.

Kemendes PDTT juga bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta INPEX sebagai mitra SKK Migas untuk memberikan pelatihan ketrampilan dan kejuruan serta penguatan kelembagaan ekonomi desa. Pengembangan kawasan ini merupakan bentuk social investment program dari INPEX sebagai komplemen dari rencana eksplorasi sektor migas Blok Masela. Destructive Fishing Watch (DFW) menjadi mitra pelaksana dari kegiatan tersebut.

“Dengan keberhasilan ini, kami akan tindaklanjuti untuk terus mengembangkan produk unggulan pada desa-desa di daerah pulau kecil terluar lainnya, yakni di Kabupaten Pulau Morotai, Kabupaten Kepulauan Aru, dan Kabupaten Sabu Raijua. Lokasi itu telah ditetapkan sebagai kabupaten prioritas penanganan terintegrasi dalam rangka percepatan pembangunan daerah tertinggal. Hal itu telah ditetapkan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2017,” katanya.