Kementerian PUPR Rekomendasikan Lanjutan Pembangunan Gedung Academic Center IAIN Metro

  • Bagikan
Gedung Academic Center IAIN Metro yang masuk kategori Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP) tahun 2018. (foto: istimewa)

TERASLAMPUNG.COM, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merekomendasikan lanjutan pembangunan Gedung Academic Center (GAC) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro. Sejak 2018, proyek tersebut mengalami Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP).

Kepastian itu terungkap dalam Rapat Koordinasi Penyelesaian Gedung KDP antara Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) dengan Kementerian PUPR RI dan PTKIN yang mengalami nasib KDP pada Selasa (23/3/2021) melalui zoom meeting.

Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP) adalah aset-aset tetap yang sedang dalam proses pembangunan. KDP mencakup peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan, irigasi dan jaringan, serta aset tetap lainnya yang proses perolehannya dan/atau pembangunannya membutuhkan suatu periode waktu tertentu dan belum selesai pada saat akhir tahun anggaran.

Ada 11 gedung yang mengalami KDP dalam beberapa tahun terakhir ini. Sembilan gedung dibangun dengan skema pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), dua gedung lainnya, non-SBSN.

Tim LO Lanjutan GAC IAIN Metro Kementerian PUPR mengapresiasi kesiapan dan kelengkapan serta upaya yang dilakukan oleh Tim Pelaksana Lanjutan GAC IAIN Metro. “Saya berharap, rekan-rekan yang lain mengikuti langkah yang dilakukan oleh IAIN Metro dalam menyiapkan kelengkapan persyaratan yang dimintakan untuk penyelesaian gedung dalam status KDP,” kata Dirjen Prasarana Strategis, DKCK Kementerian PUPR RI, Dedi Agus Susanto

Dedi menyatakan IAIN Metro patut untuk direkomendasikan kelanjutan pembangunannya dalam anggaran tahun 2022. Kepada PTKIN yang sudah direkomendasi untuk menindaklanjuti penyelesaian, Dedi minta untuk segera menyiapkan waktu evaluasi dokumen dan evaluasi visual kondisi gedung saat ini.

Tim Pelaksana Lanjutan GAC IAIN Metro yang hadir antara lain Rektor IAIN Metro Siti Nurjanah, Wakil Rektor II Mukhtar Hadi, Ketua Tim Agus Hamdani, UKPBJ, Pengelola BMN, dan Tim Subbag Perencanaan.

“Tinggal dua dokumen dari sembilan belas dokumen yang harus dipenuhi oleh IAIN Metro, yaitu Laporan Tes Hasil MEP dan Laporan Material. Dokumen hasil test MEP berkaitan dengan laporan pemasangan pada bagian mekanikal, elektrikal dan plumbing yang belum 100% selesai. Untuk dokumen kebutuhan material, masih membutuhkan analisa lapangan dari instansi yang berwenang secara teknis,” kata Agus Hamdani, Rabu (24/3/2021).

Menurut Agus, IAIN Metro sudah melakukan koordinasi aktif baik dengan BPKP maupun dengan dinas PUPERA Provinsi, sebagai upaya persiapan untuk melakukan penghitungan dan penetapan pisah batas.

Meski baru beberapa hari menjabat, Rektor IAIN Metro Nurjanah mengaku selalu mengikuti perkembangan rencana lanjutan pembangunan GAC ini. “Saya sampaikan terima kasih atas rekomendasi Kementerian PUPR dan tentu Kementerian Agama RI yang memfasilitasi proses penyelesaian,” ujarnya.

“Kami semua berharap agar GAC segera selesai karena menjadi dambaan seluruh civitas akademika untuk meningkatkan kualitas akademik,” katanya.

Sementara Wakil Rektor II IAIN Metro Mukhtar Hadi mengatakan, pembangunan GAC telah diupayakan penyelesaiannya pada tahun anggaran 2020 dengan PNBP. Tetapi, karena satu dan lain hal belum terwujud.

Diktis Ditjen Pendidikan Islam bersama Kementerian PUPR secara serius sedang melakukan penataan tata kelola proyek SBSN agar tidak ada yang luncuran apalagi KDP. Terbukti pada tahun 2019 dan 2020 proyek SBSN berjalan dengan baik tidak ada yang KDP.

Loading...
  • Bagikan