Beranda Ruwa Jurai Lampung Selatan Kemeriahan Upacara Peringatan HUT ke-74 RI di Desa Sidorejo

Kemeriahan Upacara Peringatan HUT ke-74 RI di Desa Sidorejo

172
BERBAGI

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN — Warga dari lima RT (Rukun Tetangga) di Dusun III Brawijaya, Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan menggelar upacara perinagatan kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia, Sabtu (17/8/2019) sekitar pukul 08.30 WIB.

Berbeda seperti upacara bendera lainnya, peserta upacara ini adalah para ibu-ibu mengenakan pakaian tradisional. Begitu juga dengan bapak-bapak dan orang dewasa, mereka mengenakan baju khas adat Jawa serta kemeja batik.

Mereka menggelar upacara peringatan HUT RI karena ingin agar Indonesia tetap kokoh. Juga untuk mendidik anak-anak di kampung agar memiliki semangat kebangsaan dan jiwa nasionalisme yang bisa menghargai jasa para pahlawan yang telah gugur mempertahankan NKRI.

Upacara kemerdekaan ini, baru kali pertama digelar oleh warga Desa Sidorejo. Kegiatan upacara kemerdekaan tersebut, merupakan ide dari pemuda Dusun III Brawijaya Desa Sidorejo, yakni Budi Santoso atau yang akrab disapa Hasan.

 

Peserta upacara yang terdiri mulai dari anak-anak, pemuda Dusun hingga orangtua tengah bersiap-siap untuk melakukan kegiatan upacara bendera Kemerdekaan RI ke-74 sejak pagi pukul 07.00 WIB.

Peserta upacara berbaris rapi untuk mengikuti serangkaian kegiatan upacara kemerdekaan. Upacara kemerdekaan tersebut, dilaksanakan di Jalan utama Dusun III Brawijaya dan diikuti sekitar 150 warga dari lima RT di Dusun III Brawijaya, Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan.

Saat jam menunjukkan tepat pukul 08.30 WIB, mereka langsung membentuk barisan. Peserta pun langsung mengikuti serangkaian kegiatan. Saat upacara berlangsung, suasana terasa hening, mereka begitu khidmat memaknai arti kemerdekaan RI.

Usai prosesi menaikkan sang saka merah putih (bendera), dilanjutkan dengan pembacaan teks proklamasi oleh Pembina upacara dan pembacaan UUD 1945. Lalu upacara tersebut, diakhiri dengan pembacaan doa yang dibacakan dengan khidmat.

 

Budi Santoso (40) atau yang akrab disapa Hasan mengatakan, kegiatan ini dilakukan inisiatif dari hati sendiri, karena kita memang punya jiwa kemerdekaan dan memiliki Indonesia. Tanpa harus ada program yang wajib, maka di momen 17 Agustus atau hari kemerdekaan ini memang sudah siap untuk melaksanakannya.

“Intinya kami kompak itu saja, dan kami memang sengaja ingin mengadakan kegiatan upacara kemerdekaan ini di Dusun tempat kami tinggal,”ujarnya kepada teraslampung.com saat ditemui usai melakukan kegiatan upacara, Sabtu (17/8/2019).

Dikatakannya, kegiatan ini memang baru pertama kali dilakukan di Kampung kami, yakni Dusun III Brawijaya, Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo

“Ya baru kali inilah kita adakan upacar kemerdekaan di Dusun bersama warga, dan baru kita inilah yang mengadakan upacara ini di Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan,”ungkapnya.

Awalnya, kata Hasan, setiap tahun pada perayaan HUT Kemerdekaan RI, di kampungnya selalu mengadakan aneka perlombaan. Kemudian terbesitlah, kenapa tidak dilakukan upacara kemerdekaan sekalian untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan tersebut.

“Kegiatan upacara ini, kita lakukan tanpa ada persiapan jadi dadakan saja. Meski dadakan, alhamdulilah sukses berjalan khidmat dan lancar. Harapannya kedepan, lebih meriah lagi dari tahun 2019 sekarang ini,”terangnya.

Sementara salah seorang warga bernama Rubiyem menuturkan, bahwa dirinya merasa senang dan terharu mengikuti upacara kemerdekaan HUT RI ke 74 yang baru pertama kali digelar di Dusun/Kampung tempatnya tinggal bersama warga lainnya.

“Kesane nggeh seneng, damai dan sejahtera. Melu kegiatan niki kemauane kulo sedanten, harapane tahun ngarep (2020) supoyo lebih meriah maleh. Namine tiang sepah, nggeh kulo manut lan supot mawon,”ujarnya nenek 70 tahun ini dalam dialek bahasa jawa.

Warga lainnya, Wahono (64) yang mengaku berasal dari Wonosari, Gunung Kidul, Jogjakarta ini mengatakan, selama tinggal di Dusun III Brawijaya Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo sejak tahun 1962 lalu, baru pertamakali ikut upacara bendera memperingati HUT Kemerdekaan RI.

“Selama tinggal teng dusun niki sejak tahun 1962, nggeh nembe sepindah meniko tumut upacara kaleh poro mudo teng mriki. Namine tiang sepuh, kulo nderek maringi bahagio, nderek bingah, dene poro mudo sak meniko sampun sami wicaksono angginupun saminemban dumateng agarwi utawi dumateng dusun-dusun piampak-piampak. Kiro-kiro nggeh meniko, kulo tiang sepuh nderek binggah lan nderek maringi bahagio. Mugi-mugi soyo dangu soyo meriah, soyo sae lan saenipun sami mbangun desonipun,”ucapnya dengan dialek bahasa jawa krama.

Sementara Kepala desa (Kades) Sidorejo, Tommy Yulianto mengatakan, kegiatan upacara tersebut, merupakan sebuah inovasi dalam bentuk kreatifitas yang perlu dijaga dan terus dilestarikan.

“Sebagai Kepala desa, saya sangat bangga dan mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh warga. Kami menunggu kreativitas baru berikutnya dari para pemuda yang tentunya dapat membanggakan nama desa,”ungkapnya.

Zainal Asikin

Loading...