Beranda News Kesehatan Kemungkinan Serangan Jantung di Hari Fitri

Kemungkinan Serangan Jantung di Hari Fitri

138
BERBAGI
Oleh Handrawan Nadesul
Serangan jantung (koroner) bisa terjadi kapan saja. Tentu pada mereka yang sudah memikul risiko terserang koroner. Kelompok mereka yang menyandang hipertensi, kencing manis, kadar lemak darahnya tinggi, perokok, gemuk, dan jangan lupa mereka yang stresnya tak kunjung reda.
Kejadian serangan jantung rentan terjadi saat-saat emosi meledak, ketegangan jiwa terlampau menekan, atau perasaan yang terlalu menghambur. Termasuk akibat keletihan yang berlebih untuk dipikul badan. Keletihan sehabis menyetir, atau berkendara jauh, sehingga menyisakan stres mental juga. Stres akibat lalu lintas macet di perjalanan. Itu dapat menjadi pemicu (trigger) munculnya serangan jantung juga.
Jangan lupa serangan jantung pada yang berisiko berpotensi terjadi juga kalau saat mandi langsung diguyur air dingin, atau olahraga berlari melawan angin, buang air besar terlalu mengedan, atau saat makan terlampau kenyang. Di saat-saat seperti itu serangan koroner rentan terjadi. Tentu sewaktu melakukan hubungan seksual.
Di hari Fitri, sehabis letih persiapan, dan mengakhiri membasuh diri selama beribadah puasa, banyak hal kemungkinan telanjur terjadi. Jiwa bisa saja sudah kembali fitri, namun raga belum tentu menjadi bertambah bugar kalau sebelumnya tidak tepat dijaga dipelihara. Sisa keletihan dan serba kelelahan yang ditanggung, ketegangan jiwa selama dirundung stres perjalanan dan di kehidupan, atau makan serba berlebihan selama berbuka, pilihan menu yang berbeda tinggi kandungan lemaknya, itu semua merupakan faktor yang mendukung tercetusnya serangan koroner. Ingat, bahwa proses terbentuknya risiko serangan jantung sudah diawali sejak puluhan tahun sebelumnya.
Maka, berwaspadalah khususnya mereka yang berisiko untuk terkena. Maut dan ajal betul bukan urusan manusia. Namun menjaga merawat dan melindungi badan dan seluruh organnya menjadi tanggung jawab kita.
Kewaspadaan lebih termasuk pada mereka yang sesungguhnya berisiko namun tidak menyadari kalau sedang memikulnya, hanya karena tidak pernah memeriksakan diri ke dokter, dan tidak pernah check up kesehatan maka tidak tahu kalau dirinya sedang memikul risiko terkena serangan jantung koroner.
Melalui kesempatan yang indah ini kepada semua sahabat handai taulan yang merayakan Hari yang fitri ini, saya menyampaikan SELAMAT HARI RAYA IDHUL FITRI, Maaf lahir batin.
Salam sehat.
Loading...