Beranda News Nasional Kenaikan Dibatalkan MA, Besaran Iuran BPJS Kesehatan Belum Berubah

Kenaikan Dibatalkan MA, Besaran Iuran BPJS Kesehatan Belum Berubah

540
BERBAGI
Kantor BPJS Bandar Lampung

TERASLAMPUNG.COM — Meskipun kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan sudah dibatalkan  oleh Mahkamah Agung (MA), tetapi jumlah iuran yang harus dibayar oleh peserta BPJS belum berubah. Artinya, para peserta BPJS masih harus membayar dengan perhitungan setelah iuran naik 100 persen atau dua kali lipat dibanding nilai sebelum naik.

“Peserta bayarnya masih seperti semula (dengan perhitungan naik 100 persen,” kata Juru bicara BPJS Kesehatan Iqbal Anas Ma’ruf, Selasa (10/3/2020).

Kenaikan 100 persen mulai berlaku sejak Januari 2020. Dengan begitu, peserta sudah tiga bulan membayar iuran BPJS selama tahun 2020.

Iqbal Anas Ma’ruf mengimbau para peserta BPJS tidak khawatir dengan kelebihan pembayaran sebagai dampak pembatalan kenaikan iuran BPJS oleh MA.

“Karena semua kelebihan pembayaran tetap akan menjadi hak peserta,” kata Iqbal.

Senin (9/3/2020) MA telah membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang ditetapkan pemerintah sejak 1 Januari 2020 melalui Pasal 34 ayat 1 dan 2 Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan. Beleid inilah yang digugat oleh Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI).

Adapun daftar iuran yang dibatalkan yaitu Rp 42 ribu untuk peserta Kelas III, Rp 110 ribu untuk Kelas II, dan Rp 160 ribu Kelas I. Dengan begitu,  iuran yang berlaku kembali merujuk pada aturan sebelumnya yaitu Perpres 82 Tahun 2018, dengan rincian: Rp 25.500 Kelas III, Rp 51 ribu Kelas II, dan Rp 80 ribu Kelas I.

Dengan pernyataan BPJS Kesehatan ini, iuran peserta yang diatur lewat Perpres 75 Tahun 2019 masih tetap berlaku sampai saat ini. Tapi persoalannya, sejumlah masyarakat masih kebingungan ketika ingin membayar iuran BPJS pada hari ini usai adanya putusan MA.

 

Loading...