Beranda Hukum Narkoba Kenek Truk dan Pedagang Buah Dibekuk Polisi Saat Traksaksi Narkoba

Kenek Truk dan Pedagang Buah Dibekuk Polisi Saat Traksaksi Narkoba

433
BERBAGI
Kapolsekta Tanjungkarang Barat, Kompol Harto Agung Cahyono saat menunjukkan barang bukti sabu-sabu yang disita dari tersangka Arif dan Yuda.

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Petugas Unit Reskrim Polsekta Tanjungkarang Barat meringkus dua tersangka tindak pidana narkotika di depan Alfamart Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Gedong Air, Tanjungkarang Pusat, pada Rabu (15/2/2017) lalu sekitar pukul 20.00 WIB. Polisi menangkap kedua tersangka, saat akan transaksi sabu-sabu.

Kedua tersangka tersebut adalah, Yuda (16) dan M Arif (20), keduanya warga Kelurahan Talang, Telukbetung selatan.

Kapolsekta Tanjungkarang Barat, Kompol Harto Agung Cahyono mengatakan, tersangka Arif yang keseharian dagang buah di Pasar Cimeng dan Yuda sebagai kenek truk, ditangkap petugas usai keduanya membeli sabu-sabu dari seorang pengedar.

“Keduanya kami tangkap di depan toko wiralaba Alfamart Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Gedong Air, Tanjungkarang Pusat. Dari kedua tersangka, petugas menyita dua paket kecil sabu-sabu,”ujarnya, Minggu (19/2/2017).

Alumnus Akademi kepolisian 2005 ini mengutarakan, penangkapan Arif dan Yuda, merupakan hasil tindaklanjut informasi dari masyarakat bahwa di tempat tersebut kerap dijadikan transaksi narkoba. Dari informasi itu, dilakukan penyelidikan di lokasi yang dimaksud.

“Petugas melihat dua pemuda yang gerak-gerik yang mencurigakan, saat didekati keduanya berupaya lari. Petugas langsung menangkap keduanya,”ungkapnya.

Menurutnya, tersangka Arif dan Yuda, baru bertransaksi sabu-sabu dengan pengedarnya. Namun pemasok barang haram tersebut, sudah tidak ada lagi di tempat tersebut.

“Guna penyelidikan lebih lanjut, kami masih mengembangkan kasusnya mencari pemasok narkoba tersebut,”terangnya.

Sementara tersangka Arif dan Yuda mengaku, saat ditangkap polisi baru membeli sabu-sabu dari temannya berinisial AN sebagai pengedar. Sabu-sabu yang baru dibelinya itu, tidak untuk dijual lagi. Tapi hanya dipakai sendiri, bersama-sama temannya.

“Saya hanya pengguna saja, bukan pengedar atau bandar. Dua paket kecil sabu seharga Rp 200 ribu, kami berdua belinya patungan masing-masing Rp 100 ribu,”ucapnya.

Dikatakannya, menjadi pemakai sejak dua bulan terkahir, saat itu diajak dengan teman pakai sabu-sabu gratis. “Awalnya kami pakai sabu-sabu itu dikasih gratis sama teman, selanjutnya kami beli sendiri,”ujarnya.

Menurut Yuda yang keseharian bekerja sebagai kenek truk dan Arif yang sebagai pedagang buah di Pasar Cimeng, mengkonsumsi sabu-sabu unntuk mengenakan badan agar tidak terasa capek dan selalu segar.

“Kami pakai sabu-sabu, biar badan tidak lelah saat bekerja,”ungkapnya.