Kepala Kantor Kemenag Bandarlampung: Penyuluhan Tentang Toleransi Penting untuk Tangkal Radikalisme

  • Bagikan
Kepala Kantor Kemenag Kota Bandarlampung, Drs.H.Makmur, M.Ag
Kepala Kantor Kemenag Kota Bandarlampung, Drs.H.Makmur, M.Ag

TERASLAMPUNG.COM– Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandarlampung, Drs.H.Makmur, M.Ag, mengatakan pendidikan agama Islam bisa mencegah berkembangnya paham radikal. Menurut Makmur, Kemenag terus melakukan penyuluhan agama untuk meminimalkan radikalisme dengan titik berat pengarusutamaan moderasi kehidupan beragama.

“Moderasi agama berangkat dari sikap yang toleran. Sebab, jika tidak toleran, akan sulit menemukan sikap yang moderat. Untuk itu, peran para penyuluh agama sangat penting. Mereka menjadi garda terdepan dalam menyampaikan bimbingan kepada para umat beragama,” katanya kepada teraslampung.com, di kantornya, Jumat  (15/10/2021).

Makmur mengatakan, para penyuluh agama  menyampaikan gagasan moderasi agama dan pentingnya toleransi kepada masyarakat secara terus-menerus.

“Sebab, bisa diyakini bahwa paham radikali juga terus menyebar. Intinya, paham itu harus ditangkal atau diimbangi dengan deradikalisasi. Bentuknya bisa  melalui ceramah-ceramah agama atau penyuluhan,” kata Makmur.

Menurut Makmur,  deradikalisasi juga perlu dilakukan melalui sektor pendidikan. Untuk itu, madrasah atau sekolah dilibatkan dalam pencegahan radikalisme. Deradikalisasi bisa dilakukan di madrasah- madrasah dan pesantren- pesantren.

Hal itu menurut makmur sesuai dengan fungsi Kemenag yang membidangi agama dan pendidikan. Dengan menyeleraskan pendidikan dan agama serta melakukan penyuluhan yang terus-menerus diharapkan toleransi dan keharmonisan di Kota Bandarlampung akan terus terjaga dengan baik.

“Kami akan bekerjasama dengan pihak kepolisan dan aparat penegak hukum lainnya supaya anak-anak kita tidak terpapar radikalisme. Bentuk penyuluhan atau pembinaannya misalnya penegak hukum dan penyuluh menjadi pembina upacara di madrasah dan pesantren,” katanya.

Menurut Makmur, upaya deradikalisasi perlu keterlibatan banyak elemen masyarakat. Sebab itu, kata dia, pihaknya juga akan melibatkan sebanyak mungkin elemen masyarakat. Apa lagi, radikalisme itu tidak identik dengan agama tertentu atau kelompok tertentu.

“Semua elemen masyarakat akan kami libatkan,” katanya.

Terkait kurikulum pendidikan di  pesantren, kata Makmur, pesantren- pesantren yang sudah memiliki izin dari Kemenag sudah terseleksi dari sisi kurikulum, pengajarannya, dan para pengajarnya.

Pria yang belum satu bulan menjabat sebagai Kepala Kantor Kemenag Bandarlampung ini menjelaskan, Kemenag memiliki dua fungsi besar, yaitu fungsi pendidikan dan agama.

“Fungsi pendidikan itu membicarakan masalah tentang madrasah (ra/TK, mi/SD, mts/SMP, ma/SMA) dan pesantren. Sedangkan fungsi agama bentuknya misalnya dengan adanya KUA, haji, zakat wakaf, dan agama-agama lain,” katanya.

Makmur berharap ia bisa mengemban amanah jabatan dengan baik. Di bidang pendidikan, ia akan berupaya mendorong peningkatan kualitas.

“Kami lihat prestasi madrasah dan pesantren di Bandarlampung lumayan bagus. Yang  sudah berprestasi semoga bisa dipertahankan bahkan kita tingkatkan. Yang belum berprestrasi, kami akan terus mendorong agar mereka berprestasi ,” tandasnya.

 Mas Alina Arifin

  • Bagikan