Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Kepala Puskesmas Wonogiri Lampung Utara Diduga Gelapkan Dana Program JKN

Kepala Puskesmas Wonogiri Lampung Utara Diduga Gelapkan Dana Program JKN

828
BERBAGI
Kepala Puskesmas Wonogiri, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampung Utara, Wardiyanto S.R

 Feaby/Teraslampung.com

Kotabumi–‎Kepala Puskesmas Wonogiri, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampung Utara (Lampura), Wardiyanto S.R diduga menyalahgunakan wewenangnya untuk kepentingan pribadi. Wardiyanto diduga menggelapkan dana program Home Care ‎Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tahun 2014 bagi perawat/bidan yang menjadi pelaksana program tersebut.

Program Home Care JKN ini sendiri berupa kunjungan perawat atau bidan ke rumah – rumah warga. Tak hanya itu, Kepala Puskesmas itu juga diduga sengaja menggelapkan dana puskesmas tersebut sebesar Rp5 juta dengan modus menebus mobil ambulans Puskesmas dari Dinas Kesehatan.

“Dana Home Care yang harusnya menjadi hak para petugas hingga kini enggak dibayarkan oleh Kepala Puskesmas,” terang sumber terpercaya Teraslampung.com, baru – baru ini.

Menurutnya, tak ada alasan bagi Kepala Puskesmas untuk menahan hak para ‎petugas Home Care Puskesmas Wonogiri karena para petugas telah menjalankan tugasnya dengan baik. Menurut perkiraannya, dana yang belum dibayarkan itu berjumlah sekitar Rp6 juta. Akibat tak dibayarkannya hak para petugas tersebut, kata sumber, para petugas enggan kembali melaksanakan tugasnya untuk melaksanakan program itu.

“Para petugas jadi malas ngejalanin program itu karena sudah capek, ternyata hasil keringat mereka enggak nyampe,” tuturnya.

Sementara, sumber terpercaya lainnya yang juga menolak dipublikasikan identitasnya mengatakan bahwa selain ‘menilep’ dana Home Care JKN, Wardiyanto juga ditengarai menggelapkan dana Puskesmas sebesar Rp5 juta. Dana itu ambil dari bendahara Puskesmas dengan dalih akan digunakan untuk menebus ambulan di Dinas Kesehatan.

“Ternyata ambulans dari Dinas Kesehatan itu gratis mas. Jadi, buat apa  duit Rp5 juta yang dikatakannya (Wardiyanto) untuk tebus ambulan itu,” beber dia.

Sumber tersebut mengaku, karena takutn didatangi wartawan, kini Wardiyanto  tiap harinya bersembunyi di perumahan di belakang Puskesmas.

“Semua bawahannya diminta bilang dirinya tak ada di kantor jika ada wartawan yang mendatanginya. Mungkin takut perbuatannya terbongkar,” katanya.

Wardiyanto S.R menampik semua tudingan yang dialamatkan kepadanya. Dengan tegas ia menyatakan bahwa seluruh dana program Home Care JKN tahun 2014 telah dibayarkan. Pun begitu dengan tuduhan bahwa dirinya sengaja menggelapkan uang Puskesmas sebesar Rp5 juta dengan dalih akan digunakan untuk menebus ambulan.

“Dana Home Care 2014 sudah dibayarkan semua. Saya juga enggak pernah minta duit Rp5 juta untuk tebus ambulan,” tepis dia.