Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Kepala Satpol PP Lampura Bantah Isu Penemuan Alat Isap Sabu-sabu di Rumas...

Kepala Satpol PP Lampura Bantah Isu Penemuan Alat Isap Sabu-sabu di Rumas Dinas Sekda

1571
BERBAGI

‎Feaby/Teraslampung.com

Alat isap sabu-sabu (ilustrasi)

KOTABUMI–Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Pemkab Lampung Utara, Kompol A. Hanan, membantah  kabar tentang  penemuan peralatan isap sabu atau plastik bekas paket sabu berikut botol minuman keras di Rumah Dinas  Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Utara, Samsir, beberapa hari lalu.

“Enggak ada. Enggak mungkin pula ada itu,” kata Hanan,  di sela-sela kegiatan Inspeksi Mendadak yang dipimpin oleh Wakil Bupati Sri Widodo di kantor Dinas Tata Kota, Jumat (7/8) sore.

Hanan tidak mau berkomentar banyak. Saat didesak para wartawan, ia menolak halus.

“‎Nantilah. Nanti, salah ngomong, dipelintir – pelintir. Kita tunggu perkembangannya. Kalau dia enggak datang, (kita tindak) sesuai dengan peraturan,” kelit dia sembari bergegas menuju mobilnya.

Sebelumnya, ‎pada Senin (9/3/2015), Polres Lampung Utara sempat menggeledah Rumah Dinas Samsir. Dari tempat tersebut, polisi menemukan seperangkat alat hisap sabu.‎

Penggeledahan Rmah Dinas itu buntut dari ditangkapnya Deni Sahrial yang mengaku sebagai keponakannya Samsir. Belakangan diketahui yang bersangkutan hanya bertugas sebagai petugas kebersihan  di Rumah Dinas  tersebut. adalah sabu-sabu.

“Kami juga mengamankan bong (alat hisap sabu), korek, dari salah satu kamar di rumah dinas,” kata Kasat Narkoba Polres, Ajun Komisaris Jhon Kennedy.

Isu Rumah Dinas Sekda Lampung Utara menjadi tempat mengonsumsi kembali merebak pada Rabu lalu (5/8/2015). Dikabarkan,  peralatan hisap atau plastik bekas paket sabu dan minuman keras diisukan ditemukan di rumah dinas Sekretaris Kabupaten Lampung Utara, Samsir, Rabu (5/8) sekitar pukul 20:00 WIB. Meski tak jelas siapa penebar isu tersebut, namun isu tersebut telah menjadi buah bibir di kalangan awak media sejak dua hari terakhir.‎

Berdasarkan isu yang beredar, ‎salah seorang petugas honorer dari Satuan Polisi Pamong Praja (Sat.Pol-PP) yang berinisal F terpaksa dipecat akibat penemuan benda – benda tersebut. Belum diketahui pasti apakah yang bersangkutan itu dipecat akibat terlibat atas masuknya benda – benda berbahaya tersebut atau karena faktor lainnya.

‎Salah seorang Jurnalis yang keberatan namanya disebutkan mengaku telah mendengar isu negatif itu sejak Kamis (6/8) pagi. Namun, ia tak dapat memastikan apakah hal itu sebuah fakta ataukah hanya sebatas isu belaka.

Denger – dengernya sih gitu. Tapi, tiap kali disambangi, Kasat Pol-PP-nya enggak ada di kantor. Jadi, belum tahu pasti apakah itu benar atau hanya sebatas isu saja,” kata dia, Jum’at (7/8).

Loading...