Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Kepala Sekolah Ini Alergi dengan Aktivis LSM dan Wartawan

Kepala Sekolah Ini Alergi dengan Aktivis LSM dan Wartawan

431
BERBAGI
Rozir, Kepala Sekolah SMPN 3 Bunga Mayang

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–‎Entah apa sebabnya, Rozir yang berpasangan dengan Indra dalam pemilihan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Lampung Utara mengeluarkan pernyataan provokatif ‘menyerang’ kalangan LSM dan media dalam visi dan misinya, di Aula Rumah Taruko I, Kotabumi, Sabtu (25/2/2017).

“Karena banyak Kepala Sekolah yang resah dengan LSM dan wartawan, saya akan ‘menutup pintu’ seluruh SMP agar mereka tidak dapat masuk,” kata Rozir di hadapan peserta pemilihan.

Bahkan, Rozir yang juga menjabat Kepala Sekolah SMPN 3 Bunga Mayang itu menegaskan, ‘penutupan pintu’ masuk itu akan dilakukan selama periode kepemimpinannya, yakni selama empat tahun jika terpilih. Pernyataan provokatif ini membuat kalangan wartawan yang hadir merasa tak nyaman dan tersinggung. Terlebih, tanpa dikomando, seluruh peserta yang hadir mengarahkan pandangan kepada wartawan yang berada di sebelah kanan mereka.

Menariknya, saat dikonfirmasi, Rozir sempat membantah bahwa dirinya dianggap ‎mengeluarkan pernyataan yang ‘menyerang’ kalangan LSM dan media meski seluruh peserta termasuk wartawan mendengar jelas ucapannya. Menurutnya, apa yang disampaikannya tak seperti yang ditanyakan kalangan media.

‎”(Yang benar itu) Harus ada kerja sama antara MKKS dengan LSM dan media jika saya terpilih nanti. (apa yang disangkakan itu) keliru,” kelitnya.

‎Mendengar berulang kali Rozir menampik perkataannya sendiri, sejumlah wartawan pun langsung mencecar yang bersangkutan dengan mengulangi perkataan yang disampaikan beberapa saat lalu. Rozir pun akhirnya tak berkutik dan mengakui semua ucapannya itu. Kendati demikian, Rozir masih tetap tak mengakui jika pernyataan itu berniat ‘menyerang’ LSM dan media. Ia berkilah sedikitnya waktu yang disediakan membuatnya dirinya tak dapat memberikan penjelasan dalam penyampaian visi dan misi sehingga membuat kalangan media ‘tersinggung’.

Mirisnya lagi, saat ditanyakan apakah dirinya pernah ‘diganggu’ oknum – oknum LSM atau media sehingga menyebabkan dirinya ‘nekad’ melontarkan perkataan tersebut, Rozir mengaku pernyataannya ini dilatarbelakangi oleh cerita – cerita ‘buruk’ yang didengarnya dari koleganya.

“Banyak cerita yang meresahkan. Kalau saya enggak pernah mengalaminya. Waktunya sedikit sehingga saya enggak bisa menjelaskan kalau maksud pernyataan saya tak seperti itu,” dalih dia.‎

Diketahui, dalam pemilihan Ketua MKKS yang berlangsung secara demokratis tersebut, pasangan Rozir – Indra yang mendapat nomor urut I hanya meraup 9 suara alias paling buncit. Pemilihan ini akhirnya dimenangkan oleh pasangan Nizar – Joni dengan meraih 45 dari 95 suara yang diperebutkan.