Beranda News Jiran Sumatera Kepala Staf Presiden Dan Seskab Kunjungi Pengungsi Korban Erupsi Gunung Sinabung

Kepala Staf Presiden Dan Seskab Kunjungi Pengungsi Korban Erupsi Gunung Sinabung

188
BERBAGI
Kepala Staf Presiden Luhut B. Pandjaitan dan Seskab Andi Widjajanto
berdialog dengan pengungsi Sinabung, di Gedung KNPI, Kabanjahe, Karo, Minggu
(28/6) malam. (Foto: Ist)

MEDA, Teraslampung.com — Kepala Staf Presiden Luhut Binsar Pandjaitan dan Sekretaris Kabinet
(Seskab) Andi Widjajanto  mengunjungi kawasan lokasi
erupsi Gunung Sinabung, di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Minggu malam (28/6/2015)..

Kunjungan Kepala Staf Presiden dan Seskab itu diawali dengan briefing koordinasi
dengan Pemkab Karo di pendopo rumah dinas Bupati Karo Terkelin Brahmana,
mendengarkan paparan penanganan erupsi oleh Komanda Korem (Danrem) 023/KS Kol.
Inf. Fahri,  serta paparan tentang erupsi Sinabung oleh Kepala Badan
Geologi Surono.

Selanjutnya, Luhut dan Andi beserta rombongan meninjau tempat relokasi
pengungsi Sinabug, di Desa Siosar, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, dimana
terdapat rumah-rumah yang siap ditempati, dan rumah-rumah yang masih dibangun
untuk para pengungsi Sinabung.

Setelah berbuka puasa bersama di rumah dinas Bupati Karo, Kepala Staf
Presiden Luhut B. Pandjaitan dan Seskab Andi Widjajanto meninjau tiga titik
lokasi tempat penampungan pengungsi sementara, yaitu di Gereja Paroki, Gedung
KNPI, dan Tanjung Belang. Namun karena sudah terlalu malam, kunjungan ke
Tanjung Belang ditunda pada Senin (29/6) besok.

Pada Senin (29/6), Kepala Staf Presiden Luhut B. Pandjaitan dan Seskab Andi
Widjajanto juga dijadwalkan akan menghadiri kebaktian retreat di Taman Jubileum
GBKP Sukamakmur, Berastagi, yang terletak beberapa kilometer dari lokasi Gunung
Sinabung.

Sebagaimana diketahui Gunung Sinabung terus menerus mengeluarkan erupsi,
sehingga para pengungsi harus bolak-balik dari rumahnya ke lokasi pengungsian.
Sejauh ini belum diketahui sampai kapan erupsi Sinabung akan berhenti.

Kepala Pusat Data dan Informasi Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana
(BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mencatat, sejauh ini terdapat 10.184 jiwa (3.030
KK) pengungsi dari 11 desa yang tersebar di 10 pos pengungsian. Selain itu,
terdapat 2.053 KK (6.179 jiwa) dari 7 desa yang dinyatakan dilarang untuk
kembali ke desa asalnya. Mereka saat ini tinggal di hunian sementara.

Loading...