Beranda Teras Berita Kepergok Bawa Sepeda Motor Curian, Residivis Ini Ditangkap Polisi

Kepergok Bawa Sepeda Motor Curian, Residivis Ini Ditangkap Polisi

191
BERBAGI
Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Harto Agung Cahyono saat meminta tersangka Juli untuk menunjukkan cara mencuri sepeda motor
Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Harto Agung Cahyono saat meminta tersangka Juli untuk menunjukkan cara mencuri sepeda motor

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Juli Setiawan (35), seorang residivis kasus pencurian sepeda motor, harus kembali merasakan jeruji besi setelah ditangkap petugas Satuan Reserse Kriminal, Kamis 12 April 2018 sekitar pukul 22.00 WIB.

Petugas meringkus Juli Setiawan saat ia sedang membawa motor hasil curian saat melintas di Jalan Imam Bonjol, Tanjungkarang Barat, Bandarlampung.

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Harto Agung Cahyono mengatakan, penangkapan tersangka Juli, berawal saat petugas yang tengah melakukan hunting strong point, melihat Juli mengendarai motor Honda Beat warna putih biru dengan gerak-gerik mencurigakan melintas di Jalan Imam Bonjol, Tanjungkarang Barat, Kamis malam (12/4/2018).

“Kecurigaan petugas benar, saat itu juga langsung menangkap Juli tanpa perlawanan. Tersangka mengakui, kalau motor yang dibawa hasil curian dan tersangka baru saja melakukan aksinya di tempat parkiran di wilayah Tanjungkarang Pusat,”ujarnya, Jumat 13 April 2018.

Dikatakannya, saat ditangkap semalam, tersangka Juli ini hendak membawa motor hasil curiannya untuk disembunyikan di rumahnya di Jalan Pangeran Mangkubumi, Kelurahan Gedong Air, Tanjungkarang Barat.

“Dari penangkapan tersangka, selain menyita barang bukti sepeda motor Honda Beat petugas juga menyita satu buah kunci letter T,”bebernya.

Mantan Kasat Reskrim Lampung Tengah ini mengutarakan, dari hasil pemeriksaan, tersangka Juli sudah melakukan aksi pencurian motor di tujuh TKP di wilayah Tanjungkarang Pusat dan di Tanjungkarang Barat.

Menurut Cahyo, tersangka beraksi sendiri, target sasaran pencuriannya adalah motor yang ada di parkiran dan tidak dilengkapi kunci pengaman ganda.

“Tersangka Juli ini adalah residivis kasus yang sama (curanmor) tahun 2014 silam, dan tersangka menjalani hukuman satu tahun delapan bulan penjara. Setelah keluar dari penjara, tersangka melakukan aksi pencurian kembali,”ungkapnya.

Dikatakannya, modus pencuriannya, dengan cara merusak stop kontak motor menggunakan kunci letter T. Sebelum beraksi, tersangka Juli memarkirkan sepeda motornya disamping motor yang yang sudah menjadi target incarannya. Setelah dilihat kondisinya aman, saat itulah Juli menggasak motor korbannya dengan kunci letter T.

Agar tidak dicurigai, kata Harto, tersangka Juli meninggalkan motor miliknya di parkiran tersebut, lalu membawa motor hasil curian itu untuk dijual kepada penadahnya berinisial DN (DPO) di wilayah Telukbetung dengan harga Rp 2 juta hingga 3 juta. Setelah motor dijual, tersangka kembali lagi ke parkiran itu, untuk mengambil motor miliknya.

“Aksi pencurian motor yang dilakukan tersangka Juli ini, merupakan modus baru dan melancarkan aksinya, mulai sekitar pukul 14.00 hingga 21.00 WIB. Sementara uang hasil dari penjualan motor curian, digunakan tersangka untuk poya-poya membeli sabu-sabu,”terangnya.

Menurutnya, pengungkapan kasus ini, masih dlakukan pengembangan untuk mengungkap dugaan adanya TKP lain yang dilakukan tersangka Juli. Selain itu juga, dengan memburu penadah barang curian berinisial DN yang sudah ditetapkan sebagai DPO.