Beranda Hukum Kriminal Kepergok Selingkuh dengan Tetangga, Warga Batutegi Dibacok Suami

Kepergok Selingkuh dengan Tetangga, Warga Batutegi Dibacok Suami

212
BERBAGI
Polisi melakukan olah TKP di rumah pelaku dan juga korban di Pekon Batutegi, Kecamatan Airnaningan, Tanggamus yang menjadi tempat penganiayaan. (Foto: Humas Polsek Pulau Panggung)
Polisi melakukan olah TKP di rumah pelaku dan juga korban di Pekon Batutegi, Kecamatan Airnaningan, Tanggamus yang menjadi tempat penganiayaan. (Foto: Humas Polsek Pulau Panggung)

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG–Lantaran gelap mata saat melihat istrinya selingkuh dengan tetangganya sendiri, MS (40), warga Pekon Batutegi, Kecamatan Airnaningan, Tanggamus menganiaya istrinya sendiri berinisial PR hingga mengalami luka bacokan senjata tajam di bagian leher dan kepalanya.

Tidak lama setelah kejadian usai menganiaya istrinya, MS diamankan anggota Polsek Pulau Panggung. Sedangkan PR yang mengalai luka akibat senjata tajam, dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pringsewu.

Kapolsek Pulau Panggung, Iptu Ramon Zamora mewakili Kapolres Tanggamus, AKBP Oni Prasetya, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Pelaku MS melakukan penganiayaan terhadap PR yang taklain adalah istrinya. Peristiwa penganiayaan itu, terjadi Rabu (18/11/2020) pagi kamerin sekitar pukul 04.15 WIB. Atas peristiwa tersebut, pihaknya telah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP.

“Pelaku MS dapat diamankan, setelah adanya informasi tindakan penganiayaan berupa pembacokan terhadap istrinya sendiri dan dilakukan pendekatan secara persuasif kepada keluarganya. Lalu pihak keluarganya, menyerahkan MS ke Polsek Pulau Panggung,”ujarnya kepada teraslampung.com, Kamis (19/11/2020).

Iptu Ramon Zamora mengatakan, penganiayaan tersebut, diduga adanya perselingkuhan antara PR, istri pelaku dengan ES (43) taklain adalah tetangga mereka. Pelaku MS, memergoki istrinya sedang berduan bersama ES didalam rumahnya.

“Hasil pemeriksaan sementara, pelaku MS emosi karena istrinya selingkuh dengan ES sehingga terjadi penganiayaan tersebut,”ungkapnya.

Iptu Ramon Zamora mengutarakan, kronologi penganiayaan tersebut, awalnya pelaku MS merasa curiga dengan istrinya, PR yang memiliki hubungan gelap denga pria lain. MS pura-pura pamit berangkat kerja untuk menderes karet di kebun miliknya yang berada di Talang Meranti, Dusun Talang Muara, Pekon Batutegi.

“Pelaku MS yang sudah merasa curiga, tidak sepenuhnya berangkat kerja. Setelah keluar dari rumahnya berjarak sekitar 10 meter, MS menghentikan laju sepeda motornya lalu bersembunyi,”ucapnya.

Taklama kemudian, MS melihat ES masuk kedalam rumahnya melalui pintu depan. Melihat hal itu, MS mendekati rumahnya dan mengintip dari celah dinding kamarnya yang terbuat dari papan kayu. Saat itulah, MS melihat langsung istrinya sedang memegang bagian sensitif ES.

“Begitu diintip, MS melihat istrinya tersebut sedang berduan bersama ES di dalam kamar. Saat itu juga, MS langsung mencabut golok sembari berteriak dan langsung masuk kedalam rumahnya,”bebernya.

Mendengar teriakan itu, kata Iptu Ramon Zamora, seketika itu ES langsung lari melalui pintu belakang. MS yang saat itu memengang golok, menanyakan kepada istrinya keberadaan ES. Namun istrinya, tidak menjawab dan hanya merapikan pakaiannya.

“Karena emosi, MS pun langsung membacok istrinya dan mengenai leher sebelah kirinya. Lalu istrinya menjawab kalau ES sudah keluar, MS kembali membacok istrinya dibagian kepala. Usai menganiaya istrinya, MS pergi ke rumah ES dan mengatakan kepada istrinya ES kalau suaminya sudah selingkuh dengan sitrinya”terangnya.

Akibat dari kejadian itu, lanjut Iptu Ramon Zamora, korban PR yang mengalami luka bacok dibagian leher dan kepala dilarikan oleh keluarganya ke Puskesmas setempat. Selanjutnya, korban PR dirujuk ke RSUD Pringsewu. Kondisi korban sendiri, masih dalam keadaan sadar dan dapat berkomunikasi dengan baik serta nasih menunggu hasil scaning dan perawatan.

“Keluarga korban telah membuat laporan resmi ke Polsek Pulau Panggung dan pelaku MS sendiri sudah damankan berikut dengan barang bukti sebilah golok sepanjang 40 cm yang digunakan untuk membacok istrinya serta dua buah celana dalam,”kata dia.

Atas peristiwa tersebut, kedua pihak saling lapor dan laporan pertama yakni dari pihak keluarga PR yang melaporkan tindakan penganiayaan dilakukan MS. Sementara pelaku MS, melaporkan perkara dugaan perzinahan yang dilakukan istrinya, PR dengan ES. Atas kondisi tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Uspika dan aparatur Pekon setempat serta kedua keluarga untuk dapat meredam emosi.

“Kami sudah koordinasikan hal ini dengan sejumlah pihak dan keluarga mereka. Bahkan pihak Pekon dan keluarga ES meminta, agar ES diamankan di Mapolsek Pulau Panggung untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Perkaranya, masih dilakukan penyelidikan terhadap semua laporan,”pungkasnya.