Kerap Terlambat Sampaikan RAPBD, DPRD Kritik Pemkab Lampura

  • Bagikan
Anggota DPRD Lampung Utara, Wansori

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–‎Lambannya penyampaian Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Lampung Utara tahun 2021 kembali mendapat sorotan pihak legislatif. Padahal, mereka telah berulang kali mengingatkan agar penyampaian tersebut dilakukan di awal waktu.

“Lembaga DPRD sudah‎ menyurati Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) terkait hal ini,” tegas anggota DPRD Lampung Utara, Wansori, saat melakukan interupsi dalam sidang paripurna penyampaian rancangan perubahan APBD di gedung legislatif, Senin (27/9/2021).

Wansori mengatakan, imbauan yang mereka seperti tidak diindahkan‎. Terbukti, penyampaian rancangan perubahan APBD kali ini kembali disampaikan di sisa waktu yang tinggal sedikit.

“Kalau kita mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2020 itu jelas (di situ ‎mengenai batas waktu penyampaiannya)” paparnya.

Ia mencurigai penyampaian baik rancangan Perubahan maupun APBD murni memang sengaja disampaikan di akhir waktu. Ada permainan di balik keterlambatan penyampaian rancangan tersebut.

“Tolong TAPD ini diperbaiki karena kami sudah menyurati. Dalam hal ini, TAPD itu juga ada Bappeda. Coba Bappeda itu agak lincah lah. Jangan budaya seperti ini selalu ditradisikan,” kata dia.

Kritikan sama juga disampaikan oleh anggota Fraksi PKB, Emil Kartika Chandra. Menurutnya, semestinya keterlambatan seperti ini tak terus terulang. Apalagi dalam RPAPBD kali ini terdapat pinjaman daerah yang berasal dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional.

Seandainya memiliki pilihan untuk menolak rancangan ini maka pihaknya akan mengambil pilihan tersebut. Mengingat pembahasan PEN tak dapat dilakukan hanya dalam rentang waktu tiga hari saja.

“Contohnya pembangunan jembatan senilai Rp7 Miliar. Padahal, kebutuhan ‎itu tidak mendesak karena tidak ada gunanya jika jembatan dibangun, namun tidak ditimbun,” jelasnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Rahmat Hartono. Mantan Ketua DPRD tahun 2014 – 2019 ini berharap keterlambatan yang terjadi tidak akan kembali terulang di masa mendatang.

“Yang akan datang, kami berharap tidak mepet waktunya lagi seperti saat ini,” sindir dia.

  • Bagikan