Beranda Views Jejak Keratuan Darah Putih, Keratuan Pugung, dan Peti Kayu Sultan Syarif Hidayatullah

Keratuan Darah Putih, Keratuan Pugung, dan Peti Kayu Sultan Syarif Hidayatullah

1181
BERBAGI
Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati

Zainal Asikin|Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN — Melihat hal itu, Syarif Hidayatulloh atau Sunan Gunung Jati meyakini dan mengakui, kalau Minak Gejala Ratu adalah benar putranya dari buah perkawinannya dengan Putri Sinar Alam sebagai putri tertua dari Keratuan Pugung yang merupakan Istri keduanya dan tambatan hati Sultan pertamakali menapakkan kakinya di Keratuan Pugung, Lampung Timur.

Selanjutnya, Syarif Hidayatullah memberikan Minak Gejala Ratu sebuah peti kayu untuk dibawa pulang ke Keratuan Pugung. Karena semua harta warisannya, sudah diserahkan semua kepada putra pertamanya Minak Gejala Bidin.

Sebelum peti kayu itu diberikan, Sultan bepesan kepada Minak Gejala Ratu, agar peti itu dibuka di daerah yang ditimbang pantas untuk di buka dan Minak Gejala Ratu harus selalu menyiarkan ajaran agama islam. Pesan dari ayahandanya tersebut, disetujui dan dijalankan oleh Minak Gejala Ratu.

Dalam perjalanan pulang menuju ke Keratuan Pugung, Minak Gejala Ratu menyusuri sungai dan sampailah di daerah Kuala Sekampung. Di tempat tersebut, Minak Gejala Ratu berhenti dan mencoba untuk menimbang. Ternyata tempat yang disinggahinya itu, tidaklah cocok untuk ditempatinya. Merasa penasaran dan ingin tahu isi peti kayu pemberian ayahnya, Minak Gejala Ratu secara perlahan mencoba membuka peti tersebut.

“Setelah dibuka, ada sesuatu yang terbang seperti burung keluar dari dalam peti dan saat itu juga Minak Gejala Ratu langsung menutup kembali rapat-rapat peti kayu pemberian dari ayahnya Sulatan Syarif Hidayatuulloh tersebut,”ucapnya.

Minak Gejala Ratu melenjutkan perjalanannya, mencari tempat yang dianggap tepat untuk ditinggalinya sembari menyiarkan ajaran agama islam yang diamanatkan oleh ayahnya. Ketika sampai di daerah Way Batu Aji,

Minak Gejala Ratu berhenti dan menimbang kembali apakah daerah tersebut cocok untuk ditinggalinya. Setelah ditimbang, teryata daerah Way Batu Aji itu tepat untuk dijadikan tempat tinggalnya dan di tempat itulah dibuka isi peti tersebut.

Ketika dibuka, isi yang ada di dalam peti kayu itu langsung berhamburan terbang keluar ke tempat di mana mereka masing-masing menjaga keamanan daerah tersebut.

Di daerah Way Batu Aji itulah, Minak Gejala Ratu pertamakali tinggal dan meyebarkan ajaran agama islam dengan mendirikan sebuah Keratuan yang dikenal hingga saat ini yakni dengan sebutan Keratuan Darah Putih yang terletak di Dusun Banyu Urip, Desa Kuripan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan.

 

Loading...