Beranda Seni Sastra Keren, Teater Komunitas Berkat Yakin Luncurkan Tiga Novel

Keren, Teater Komunitas Berkat Yakin Luncurkan Tiga Novel

BERBAGI
Tiga novel karya awak Teater Kober siap diluncurkan.

TERASLAMPUNG.COM –– Lampung Literature, divisi penerbitan kelompok teater Komunitas Berkat Yakin (KoBer), menerbitkan tiga novel. Tiga novel karya anggota Kober itu akan diluncurkan dan dibahas oleh sastrawan Iswadi Pratama di di Graha kemahasiswaan Unila pada Jumat, 19 Januari, pukul 19.00 WIB.

“Novel-novel tersebut ditulis oleh aktor-aktor Kober yang ingin belajar menulis sastra,yaitu Yulizar Fadli Lubay dengan novel berjudul Payung Dara, Devin Nodestyo dengan novel berjudul John The Bandit, dan Alexander Gebe dengan novel berjudul Kampung Tomo. Dan semua karya itu lahir berkat dorongan Ari Pahala Hutabarat,” ujar Alexander Gb, Rabu (10/1/2018).

Novel Kampung Tomo, kata Alexander Gb, adalah gambaran hidup masyarakat transmigran di Ulubelu, Tanggamus. Novel ini berkisah tentang sikap Tomo atau masyarakat Ulubelu saat menghadapi kehadiran perusahaan gas bumi.

“Tomo saat tahu bahwa bapaknya mati mengambang di sungai, dan bagaimana nasib Tomo saat mempertahankan keutuhan sebuah makam keramat,” kata Ketua Komite Teater Dewan Kesenian Lampung (DKL) ini.

Sementara itu novel John the Bandit mengisahkan tentang balas dendam John Cornyn, seorang cowboy asal Arizona yang menembak Sheriff Jack karena si sheriff telah tega membunuh Mark, kakak kandung si John Cornyn. Novel ini mengambil latar kota Fort Worth di tahun 1875 di mana saat itu US masih dipimpin oleh Ulysses S. Grant.

Payung Dara, kata penyair-sutradara Iswadi Pratama, adalah novel Yulizar Fadli dengan gaya tutur yang lincah.

“Kita seperti berhadapan dengan teks yang memuai ke berbagai arah dengan ringan, riang, bebas, dan asyik. Cerita bergulir bisa mengenai apa saja yang remeh maupun “serius”, mulai dari dangdut koplo, judul lagu, puisi, pergolakan politik di Myanmar, hingga perihal Homo Sapien dan isu-isu aktual saat ini; segalanya terasa setara,” kata Iswadi.

Alexander Gb mengatakan karya-karya tersebut adalah penanda bahwa tahun 2017 tidak terlewat begitu saja tanpa refleksi dan karya.

“Tiga novel ini lahir semata-mata demi memajukan literasi di Provinsi Lampug. Novel-novel tersebut lahir sebagai proses kreatif kami di Kober lewat program yang bertajuk Menulisi Lampung, Mewarnai Indonesia,” katanya.

TL/Rl