Kernet Truk Pengedar Ganja Dibekuk Polisi di Rumahnya

  • Bagikan

Zainal Asikin/Teraslampung.com


Kasat Narkoba Polresta Bandarlampung, AKP Yustam Dwi Heno saat menunjukkan barang bukti daun ganja kering yang diamankan dari tersangka  Sam’un, Senin (24/11). Foto: Teraslampung.com/Zainal Asikin

BANDARLAMPUNG–Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandarlampung mengegrebek sebuah rumah yang diduga kerap dijadikan tempat untuk transaksi dan pesta narkoba yang berada dijalan Teluk Ambon Gang Rajawali, Kelurahan Pidada, Panjang pada Sabtu pagi (22/11) sekitar pukul 10.30 WIB.

Di rumah tersebut, petugas berhasil menangkap tersangka Sam’un (46) seorang kernet truk yang merupakan sebagai pengedar ganja. Selain tersangka, petugas mengamankan barang bukti sebanyak empat paket sedang daun ganja kering siap edar senilai Rp 700 ribu.

Kasat Narkoba Polresta Bandarlampung, AKP Yustam Dwi Heno mengatakan, ditangkapnya tersangka Sam’un berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa disebuah rumah yang berada dijalan Teluk Ambon, Gang Rajawali, Kelurahan Pidada Panjang sering dijadikan tempat untuk transaksi dan pesta narkoba. Dari informasi tersebut, langsung dilakukan penyeledikan dan penggrebekan ditempat yang dimaksud.

“Saat akan ditangkap tersangka Sam’un sempat melarikan diri, namun tersangka berhasil ditangkap oleh petugas hanya berjarak beberapa meter yang tidak jauh dari rumahnya. Ketika digeledah, ditemukan satu buah amplop besar warna coklat dan tiga bungkus sedang daun ganja kering siap edar yang disimpan tersangka diatas lemari makan. Tersangka bersama barang barang bukti, selanjutnya dibawa ke Mapolresta guna dilakukan pengembangan,”kata Yustam kepada wartawan, Senin (24/11).

Dijelaskannya, berdasarkan dari hasil pemeriksaan, diakui oleh tersangka barang haram tersebut adalah benar miliknya dan didapat dari seorang temannya berinisial JN dengan cara membeli seharga Rp 700 ribu. Ganja tersebut, rencananya akan dijual kembali oleh tersangka kepada teman-temannya yang bekerja sebagai supir kendaraan truk antar lintas, dalam satu paket ukuran sedang dijual tersangka seharga Rp 100-200 ribu.

“Selain sebagai pengedar, tersangka Sam’un ini juga sebagai pemakai. Tersangka menjalani bisnis jual narkoba jenis ganja ini sejak enam bulan terakhi. Dari informasi yang didapat dari tersangka, petugas lalu memburu JN. Namun yang bersangkutan, sudah tidak berada ditempat atau melarikan diri dan JN kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polresta Bandarlampung,”jelas Yustam.

Atas perbuatannya, tersangka Sam’un akan dijerat dengan pasal 114 ayat 1 sub pasal 111 ayat UU RI No35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

Sementara itu, dihadapan awak media tersangka pengedar ganja Sam’un mengatakan, dirinya sudah enam bulan menjalani bisnis jual ganja. Ia mendapatkan daun ganja, dengan membeli seharga Rp 700 ribu dari temannya JN yang juga seorang supir truk yang sering mangkal di Pelabuhan Panjang. Tersangka menjual ganja tersebut kepada sesame rekannya yang bekerja sebagai sopir truk antarlintas Sumatera seharga Rp 100-200 ribu satu paket kecilnya.

Menurutnya, teman-temannya (supir truk) sebelum melakukan perjalanan membawa kendaraan truk mereka menghisap ganja terlebih dulu.

“Saya membeli ganja itu dari teman, dan belinya sama JN saat diatas truk. Saya menjualnya ke teman-teman saja yang bekerja sebagai supir truk, ganja sebanyak itu tidak saya jual sepenuhnya yang dijual hanya separuhnya saja dan separuhnya saya pakai sendiri. Ya kalau ada sisa ganja yang tidak laku saja yang saya hisap sendiri, saya pakai ganja hanya untuk supaya menambah nafsu makan saja,”kata Sam’un.

  • Bagikan