Beranda Hukum Kriminal Kesal Dimarahi, Sobari Pukuli Istrinya Hingga Babak Belur

Kesal Dimarahi, Sobari Pukuli Istrinya Hingga Babak Belur

815
BERBAGI

Zaianal Asikin/Teraslampung.com 

BANDARLAMPUNG-Buruh harian lepas, Sobari (30) warga Desa Bumi Sari, Natar Lampung Selatan ditangkap petugas Polsek Natar dirumahnya karena melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya Siti (33), pada Selasa (25/8) lalu sekitar pukul 21.00 WIB. Tersangka memukuli istrinya, lantaran kesal dimarahi karena telat menjemput dan dalam kondisi mabuk.

Kapolsek Natar, Lampung Selatan, Komisaris Yustam Dwi Heno mengatakan, tersangka Sobari menganiaya istrinya sendiri dengan cara dipukuli hingga babak belur. Akibat kekersaan yang dilakukan tersangka, korban (istrinya) mengalami luka lebam pada bagian bibir, kedua matanya dan luka lainnya dibagian leher akibat dicekik dengan tersangka.

“Korban melapor, telah dianiaya oleh suaminya Sobari di Jalan Umum Desa Bumisari, Natar. Setelah menerima laporan itu, Sobari langsung kami tangkap dirumahnya,”kata Yustam, Rabu (26/8). Menurutnya, tersangka Sobari sudah seringkali melakukan kekerasan terhadap istrinya. Setiapkali bertengkar, Sobari selalu dalam kondisi mabuk.

Yustam mengutarakan, kejadian pemukulan yang dilakukan tersangka Sobari, berawal ketika istrinya bernama Siti meminta untuk dijemput oleh Sobari dirumah kontrakan. Pada saat Sobari datang menjemput, istirnya Siti langsung memarahi Sobari karena telat untuk menjemput.

Tidak terima dimarahi, lanjut mantan Kasat Reserse Narkoba Polresta Bandarlampung ini, tersangka Sobari pun berbalik memarahi istrinya Siti. Sehingga terjadi perang mulut keduanya, dan pemukulan yang dilakukan oleh tersangka Sobari.

“Merasa kesal dan emosi, Sobari langsung memukuli istrinya sebanyak dua kali. Tidak puas memukuli, Sobari mencekik leher istrinya sampai terjatuh. Akibatnya, korban mengalami luka lebam di bagian wajah dan luka cekikan di leher,”terangnya.

Sementara dari pengakuan Sobari, ia mengelak bahwa dirinya tidak melakukan kekerasan apalagi memukul. Menurutnya, ketika itu ia datang untuk menjemput istrinya di rumah kontrakan, tiba-tiba istrinya langsung marah-marah.

“Saya memang kesal pada saat itu, makanya langsung saya tarik saja istri saya ini. Tapi saya tidak melakukan kekerasan, apalagi memukulinya,”ungkapnya.

Mengenai adanya luka lebam diwajah dan cekikan dileher istrinya, ia tetap tidak mengakuinya bahkan ia menuding hal itu dilakukan oleh istrinya sendiri.

“Kami memang sering bertengkar, setiap bertengkar istri saya ini selalu memukuli dirinya sendiri. Luka lebam itu, karena dia pukul sendiri pak sama dia (istrinya) bukan saya yang melakukannya,”kilahnya.

Akibat perbuatannya, tersangka Sobari kini harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Natar. Tersangka dijerat dengan PAsal 44 ayat (1) UU RI No 23 Tahun 2004 Tentang KDRT dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Loading...