Beranda Hukum Keseringan Nonton Video Porno, Pelajar SMA Cabuli Bocah Empat Tahun

Keseringan Nonton Video Porno, Pelajar SMA Cabuli Bocah Empat Tahun

635
BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Waka Polsekta Kedaton, Iptu Markoni Tasty menunjukkan barang bukti dan tersangka PH pelajar SMA di Bandarlampung pelaku pencabulan anak dibawah umur tetangganya sendiri. 

BANDARLAMPUNG-Akibat sering menonton video porno melalui ponsel, PH (17,  pelajar SMA di Bandarlampung, tak kusa menahan hasrat libidonya. Warga Rajabasa, Bandarlampung, itu pun tega mencabuli gadis kecil berusa empat tahun,tetanganya sendiri. PH ditangkap polisi saat sedang berada di SPBU Rajabasa, Senin (25/5) dinihari sekitar 02.00. Tersangka kini harus mendekam di sel tahanan Mapolsekta Kedaton.

Waka Polsekta Kedaton Iptu Markoni Tasty menuturkan, tersangka PH mencabuli anak yang baru berusia empat tahun tetangganya sendiri saat korban sedang bermain di rumah tersangka. Perbuatan tersangka dapat diketahui setelah korban Anggrek (nama samaran) menceritakannya kepada orang tuanya, orang tua korban selanjutnya melaporkan perbuatan tersangka PH ke Mapolsek.

Mendapat laporan itu, petugas kemudian melakukan penyelidikan dan melakukan penangkapan terhadap tersangka. Petugas dapat menangkap tersangka PH saat sedang berada di SPBU Rajabasa, Senin (25/5) dinihari sekitar 02.00. Tersangka selanjutnya dibawa ke kantor untuk dilakukan penyidikan dan pemeriksaan lebih lanjut.

“PH mencabuli korban, Minggu (17/5) lalu sekitar pukul 16.30 WIB saat rumah korban dalam kondisi sepi. Barang bukti yang diamankan, satu potong kaos warna hijau, celana pendek, dan celana dalam warna ungu,”kata Markoni kepada wartawan, Selasa (26/5).

Menurut pengakuan tersangka, Markoni menjelaskan, perbuatan cabul tersebut dilakukan tersangka PH akibat terpengaruh dengan video porno yang sering dilihatnya melalui hanphone. Karena penasaran dengan video yang sering ditontonnya itu, tersangka lalu mempraktikkan hal senonoh dengan korban Anggrek yang masih dibawah umur. 

Sebelum mencabuli korban, kata Markoni, awalnya korban diajak oleh tersangka dan di iming-imingi untuk melihat binatang burung. Justru malah sebaliknya, bukan binatang burung yang dilihatkannya dengan korban. PH memaksa korban memasukkan kemaluannya kedalam mulut korban, akibatnya korban mengalami muntah-muntah karena dari kemaluannya pelaku mengeluarkan cairan. 

“Kalau dari pengakuannya, tersangka PH melakukan perbuatan bejat dengan mencabuli korban baru sekali. Perbuatan tersangka dapat diketahui, setelah korban menceritakan hal itu kepada orang tuanya dan mengatakan “Saya dipaksa disuruh nelen anunya om itu, sudah itu saya muntah-muntah,”ujar Markoni yang menirukan ucapan korban saat memberikan keterangan di Mapolsekta Kedaton,”terangnya.

Akibat perbuatannya, tersangka PH terancam Pasal 82 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU RI No. 23 Tahun 2002 twntang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Loading...