Beranda Teras Berita Kesurupan “Massal” Kembali Terjadi di SMPN 1 Kotabumi

Kesurupan “Massal” Kembali Terjadi di SMPN 1 Kotabumi

1219
BERBAGI

Feaby/Teraslampung.com

Sejumlah siswi SMPN I Kotabumi yang kesurupan sedang diobati, Jumat (6/11).

Kotabumi–Kesurupan massal kembali terjadi pada sejumlah siswa/siswi SMPN I Kotabumi, Lampung Utara, Jum’at (6/11) sekitar pukul 09:30 WIB. Jumlah siswa yang kesurupan kali ini lebih banyak dari kesurupan pertama yang mencapai sekitar 17 orang.

Pantauan teraslampung.com di lokasi, sejumlah siswa yang terkena kesurupan terus menerus menjerit histeris sehingga menimbulkan kepanikan di sekolah tersebut. Alhasil, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) terpaksa dihentikan dan para siswa/siswi harus dipulangkan guna mencegah banyaknya siswa yang ‘tumbang’ akibat kesurupan.

Sejumlah siswa/siswi terus ‘bertumbangan’ dan terpaksa di bawa menuju Musholla yang ada di dalam SMPN I Kotabumi. Para guru terlihat sibuk untuk mengobati para siswa/siswi yang terkena kesurupan.

M. Jupiter, siswa kelas VIII C, menceritakan peristiwa kesurupan ini pertama kali terjadi di kelasnya. Saat itu, teman kelasnya yang bernama Anita mendadak menangis dan menjerit histeris tanpa sebab. Saat coba ditenangkan, temannya itu malah berontak untuk melawan.

“Waktu itu, kami lagi di kelas. Tiba – tiba Anita menangis dan meraung – raung,” kata dia di lokasi.

Menurut M. Jupiter lagi, lantaran merasa ada yang tak beres dengan rekannya tersebut, sejumlah siswa membawa Anita ke ruang UKS untuk diobati. Dalam perjalanan menuju lokasi UKS, Anita terus memberontak dan meraung – raung.

“Tak lama setelah Anita kesurupan, siswa/siswi yang lain juga kesurupan, om ,” tuturnya dengan polos.

Sementara, Ade Reyadi dan Diki Wahyudi, siswa SMPN I Kotabuni lainnya membenarkan bahwa peristiwa kesurupan ini langsung menular kepada para siswa/siswi lainnya bak sebuah virus.

“Kalau yang kami lihat tadi, jumlah kawan – kawan kami yang kesurupan sekitar belasan orang, om. Tapi, sudah ada yang dijemput orang tuanya dan ada yang masih di Musholla,” kata mereka.‎

Loading...